DO Mahasiswa Tama Jagakarsa Akan Dibahas DPR dan Depdiknas
Senin, 29 Jan 2007 13:51 WIB
Jakarta - Setelah hampir 2 jam menunggu, 10 mahasiswa yang menuntut kejelasan nasib rekannya di Universitas Tama Jagakarsa, dua di antaranya dijahit mulutnya, ditemui pimpinan Komisi X DPR Hakam Naja dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi.Para mahasiswa pun memaparkan kronologi peristiwa yang menyebabka rekan mereka yang kuliah di Universitas Tama Jagakarsa, Rifsia Iga Riadi, dipecat rektor pada 16 Januari lalu."Iga di-DO karena melakukan kegiatan berpendapat tanpa izin rektor. Ini kan represif sekali, Pak," ujar salah satu perwakilan mahasiswa UKI, Jefri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2007).Mendapat laporan tersebut, Hakam berjanji akan membicarakan hal itu dalam raker dengan Mendiknas."Akan kami bicarakan karena kesemena-menaan di kampus tidak boleh terjadi," ujar Hakam.Mahasiswa juga menuntut agar SK rektor dicabut supaya Iga bisa mengikuti ujian akhir semester yang sedang berlangsung minggu ini.Mereka juga meminta Komisi X dan Depdiknas mengunjungi posko mereka di depan kampus. Sebelumnya, kasus DO Iga juga sudah dilaporkan ke Komnas HAM.
(umi/nrl)











































