Ibu Muda Ditipu Pakai Jimat di Mangga Dua Square
Senin, 29 Jan 2007 13:50 WIB
Jakarta - Dengan bermodal jimat antik 'peninggalan Bung Karno', Nani Rahbiko (42) dan Handoko (31) menipu Maria (32). Ibu muda ini pun rela menyerahkan uangnya untuk dilipatgandakan.Penipuan ini terjadi di Mangga Dua Square, Jakarta Barat, Senin (29/1/2007) pukul 10.30 WIB.Aksi penipuan berawal kala Nani dan Handoko asal Langkat, Palembang kehabisan ongkos untuk menuju Yogyakarta guna menengok anaknya.Dua pria yang telah 5 hari menginap di Terminal Kalideres ini lantas mengatur strategi.Nah, saat melihat Maria yang hendak pulang dari berbelanja dari Mangga Dua Square, Nani dan Handoko pun beraksi.Nani semula menanyakan alamat seseorang kepada Maria untuk memulai aksinya. "Ibu, Jalan Kiai Tapa di mana"? tanya Nani.Maria pun menjelaskan alamat yang dimaksud.Mendapat peluang itu, Nani lantas mengumbar cerita ke Maria. Dia mengaku baru kembali dari Malaysia dan menunjukkan jimat Alquran seukuran jempol kepada warga RT 03 RW 03 Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.Agar jimat antik 'peninggalan Bung Karno' ini beraksi, Nani meminta Maria menyumbangkan uang untuk anak yatim piatu minimal Rp 1 juta. Nani mengklaim uang itu dapat dilipatgandakan.Saat sedang promosi ke Maria, Handoko menghampiri dan 'ngebet' membeli jimat itu. Bak terhipnotis, Maria menyerahkan uang cash miliknya Rp 95 ribu dan akan mengambil sisanya di ATM.Sebelum sampai ke ATM, Maria rupanya telah sadar terhipnotis. Dia pun pamit ke WC dan menelepon suaminya, Yoseph, memberitahukan penipuan itu.Tidak ingin sang penipu lepas, Maria kembali bertemu Nani dan Handoko yang menunggunya di ATM. Maria kemudian pura-pura mengambil uang dan meminta kedua penipu itu menunggu karena uangnya masih dalam proses.Tidak lama kemudian, Yoseph datang dan menggelandang 2 penipu itu tanpa perlawanan ke Polsek Pademangan.Kanitserse Polsek Metro Pademangan Iptu Sutejo mengatakan, Nani dan Handoko terancam pasal 363 KUHP mengenai penipuan."Kami jerat pasal penipuan karena sudah ada transaksi Rp 95 ribu. Kalau belum ada transaksi, polisi tidak berani menangkap," kata Sutejo.
(aan/sss)











































