Tak Direspons Rektorat, 2 Peserta Jahit Mulut Datangi DPR
Senin, 29 Jan 2007 12:23 WIB
Jakarta - Setelah 3 hari menggelar aksi mogok makan dan jahit mulut, mahasiswa Universitas Tama (Utama) Jagakarsa akhirnya mendatangi Gedung DPR. Mereka ingin mengadu kepada Komisi X DPR."Kami di sini karena sudah tiga hari aksi tapi tidak direspons oleh rektorat kampus," kata salah satu aktivis, Syarif, saat ditemui detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2007).Sebenarnya mereka sudah sempat ditemui oleh 3 anggota Komisi X, namun mereka belum mendapat kesempatan untuk mencurahkan aspirasi. "Mereka sedang rapat kerja, tapi kami dijanjikan untuk bertemu hari ini, jadi kami menunggu," kata Syarif.Dari 5 peserta mogok makan dan jahit mulut, hanya 2 yang mendatangi DPR. Rifsia Iga Riadi dan Andri Firmansyah datang didampingi 8 aktivis mahasiswa dari berbagai universitas. Bahkan orangtua Rifsia juga hadir untuk mendukung aksi anak laki-lakinya.Aksi solidaritas ini dipicu oleh keluarnya SK Rektor Universitas Tama yang berisi pemecatan terhadap Rifsia Iga Riadi tanggal 16 Januari 2007. Rifsia dikeluarkan karena dinilai mengganggu ketertiban dengan melakukan rapat-rapat gelap, diskusi, dan penyebaran pamflet di kampus.
(ken/sss)











































