Sopir Busway Tak Kenal Medan, Penumpang Jadi Guide
Senin, 29 Jan 2007 11:40 WIB
Jakarta - Dengan beroperasinya busway koridor anyar, sesekali jangan ragu bertanya pada sang pengemudi. Soalnya kadang mereka bingung juga hendak membawa ke mana buswaynya. Nah lho!Misalnya saja pengalaman detikcom saat pindah busway dari koridor I ke koridor VI. Untuk menempuh perjalanan tersebut, penumpang mesti berhenti di transter (transfer terminal) Dukuh Atas. Lalu naik busway jurusan Dukuh Atas-Pulogadung, turun di Halte Halimun, pindah ke busway koridor VI.Setelah 15 menit menunggu di Halte Dukuh Atas, sebuah bus warna merah datang. "Pak, ini jurusan mana?" tanya detikcom pada pengemudi bus."Saya nggak tahu nih, baru datang. Dioper-oper, bingung semuanya," jawab sang pengemudi yang berdasi dan berjas itu.Akhirnya pramudi (sebutan untuk sopir busway) dan para calon penumpang di halte 'sepakat' busway itu akan melewati Kuningan-Ragunan.Petugas busway yang ada di halte akhirnya memberi petunjuk ke pramudi agar tidak lewat jalur busway karena itu bukan jurusannya. Dia menyarankan agar busway putar balik sebelum Halte Halimun lalu masuk jalur ke Kuningan.Tapi apa lacur, di tengah perjalanan, pramudi kebingungan. Soalnya busway yang disopirinya kembali lagi ke Halte Dukuh Atas. "Sudah muter, tetap salah saja," gerutunya.Setelah kembali ke jalur Halte Halimun, pramudi kembali bingung ketika harus masuk ke Kuningan. "Kalau ke Kuningan masuknya lewat mana? Ada yang tahu nggak?" tanya si sopir.Seorang petugas keamanan busway yang berada di dalam bus, tidak mampu menjawab. Akhirnya, penumpang harus jadi guide. "Ini terus, lalu belok," jawab seorang penumpang.Sepanjang perjalanan, petugas keamanan busway tak berhenti minta maaf. "Kayak Metromini saja, sabar dulu ya Pak," ujarnya.
(nrl/sss)











































