Kemacetan Parah Siap Menghadang Jalur Buncit-Mampang

Kemacetan Parah Siap Menghadang Jalur Buncit-Mampang

- detikNews
Senin, 29 Jan 2007 06:44 WIB
Jakarta - I don't like monday, ungkapan itu akan betul-betul dirasakan oleh para pekerja yang pagi ini akan melintas jalur Warung Buncit-Mampang. Kemacetan yang mengular siap menghadang di jalur yang dilintasi busway koridor VI.Niat Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kepadatan lalu lintas ibukota ternyata tidak dibarengi dengan persiapan yang memadai. Peresmian jalur busway koridor IV-VII pada Sabtu 27 Januari terasa dipaksakan karena tidak diimbangi dengan kesiapan jumlah armada yang melayani jalur ini. Bayangkan, dengan jumlah armada pas-pasan, setiap koridor baru tersebut hanya akan dilayani oleh kurang dari 10 bus. Alhasil bukannya teratasi, kemacetan yang semakin parah akan terjadi. Para pekerja yang akan menggunakan fasilitas busway dipastikan tidak akan terangkut semua dan harus menunggu lebih lama."Sejak ada jalur busway, waktu tempuh ke kantor jadi bertambah sekitar 30 menit. Kadang-kadang bisa sampai 1 jam, parah sekali," ujar Dedi (30) warga Depok yang berkantor di kawasan Kuningan Jakarta, ketika dihubungi detikcom, Senin (29/1/2007).Seperti yang terjadi pada pekan-pekan sebelumnya, kemacetan di koridor VI dirasakan Dedi selepas perempatan Ragunan hingga Mangga besar. Dari perempatan Warung Buncit, dia bisa sedikit memacu motor bebeknya, namun tidak lama. Kemacetan parah sudah menanti hingga perempatan Duren Tiga.Kepadatan bertambah parah ketika melewati kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan seterusnya sampai perempatan Mampang. Dituturkan Dedi, kemacetan semakin lengkap ketika dia harus bersaing dengan bus Metromini M 75 jurusan Pasar Minggu-Blok M dan Kopaja P 20 jurusan Lebak Bulus-Senen yang berhenti seenaknya. Dua lajur yang tersisa akan semakin sesak baginya."Dulu pengendara motor masih ada ruang untuk nyelip di antara mobil. Tapi sekarang rapat sekali," keluh Dedi yang sudah setahun terakhir memilih naik motor.Agar tidak terlambat, tak ada cara lain, Dedi pun memilih berangkat lebih pagi. "Daripada di-omelin bos di kantor," katanya. (bal/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads