Kesadaran Masyarakat Soal Kanker Payudara Relatif Rendah
Minggu, 28 Jan 2007 14:29 WIB
Jakarta - Pendeteksian kanker payudara perlu dilakukan sedini mungkin. Sementara kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara relatif rendah. Umumnya, penderita penyakit kronis ini baru memeriksakan dirinya ketika sel kanker sudah mengganas, yaitu pada stadium tiga atau empat. Untuk mengupayakan pencegahan sedini mungkin dibentuklah Indonesian Breast Cancer Network."Dengan wadah ini, masyarakat bisa mendeteksi sedini mungkin. Strategi deteksi dini adalah upaya menggeser dari stadium 3 dan 4 menjadi stadium 1 atau 2, dan lebih cost effektive treatment," kata Ketua Tim Kerja Kanker RS Dharmais, dr Samuel J Haryono dalam diskusi di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/1/2007).Organisasi ini, lanjut Samuel, bertujuan untuk berbagi berpengalaman dan pengetahuan, terutama dengan sesama pasien. Organisasi ini didukukng RS Kanker Dharmais dan hampir di seluruh negara memiliki wadah yang serupa. Organisasi ini terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap kanker payudara, tidak hanya diperuntukkan bagi penderita kanker payudara saja.Salah satu penderita kanker payudara, Kusuma Dewi (55) ditunjuk sebagai ketua Indonesian Breast Cancer Network. Kusuma selama 12 tahun berjuang melawan penyakit tersebut. Pada awal menderita penyakit ini, dia tidak menyadarinya. "Waktu pertama kali tahu, saya merasa shock karena saya yakin saya sangat sehat," ujar Kusuma.
(mly/ana)











































