RS Tarakan Tak Bisa Tampung Pasien Demam Berdarah

RS Tarakan Tak Bisa Tampung Pasien Demam Berdarah

- detikNews
Minggu, 28 Jan 2007 14:26 WIB
Jakarta - Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Barat, terus bertambah. Tak bisa tertampung lagi, pasien dewasa telah menggunakan bangsal tambahan. Namun untuk pasien anak-anak masih tersisa empat bangsal lagi.Hingga Minggu (28/1/2007) jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di RSUD Tarakan sebanyak 39 pasien. Mereka terdiri dari 31 pasien dewasa dan 8 pasien anak-anak. Dalam bulan ini, hingga tanggal 26 Januari 2007, tercatat 4 orang meninggal dunia akibat demam berdarah, yaitu 3 anak-anak dan 1 dewasa. Korban meninggal dunia terakhir adalah Urmila (7) dari Jakarta Barat yang hanya sempat dirawat beberapa jam saja. Dari 8 pasien anak-anak tinggal 3 orang yang membutuhkan perhatian khusus karena mengalami pendarahan di lambung dan hidung.Seperti Fitri (7) yang masuk pada 24 Januari mengalami pendarahan pada hidungnya.Fitri udah 3 hari diinfus dengan adona injection (cairan untuk menghentikan pendarahan). Dia juga harus berpuasa dan hanya minum sedikit air setiap hari. Tujuannya untuk membersihkan lambungnya. Menurut dokter, lambung Fitri sangat kotor sehingga harus dibersihkan. Ibu Fitri, Yayan, menyebutkan, di sekitar rumahnya memang banyak genangan air karena sering hujan. Ia sering menggunakan olesan anti nyamuk tapi ternyata tidak mempan menahan nyamuk aides aigepti itu. "Padahal anak-anak sudah sering saya pakein pagi sore tapi tetap saja kena," ujarnya.Selain Fitri, ada juga pasien Hesti (5) dan Gusteni (11). Keduanya sempat mengalami pendarahan namun kondisinya sudah membaik.Menurut perawat Asih Dwi S, RS Tarakan kini sudah mulai penuh. Bahkan untuk pasien dewasa sudah banyak yang menggunakan bangsal tambahan. Sedangkan buat anak-anak masih tersisa empat bangsal lagi.Kebanyakan pasien di RS Tarakan ini berasal dari Jakarta barat, Utara dan Pusat. Sebagian keluarga pasien mengaku sudah melakukan pengasapan namun tetap saja masih ada yang terjangkit. (mar/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads