Virus Bermutasi, Tamiflu Tak Lagi Efektif Tangkal H5NI
Minggu, 28 Jan 2007 02:29 WIB
Jakarta -
Tamiflu dikenal sebagai penangkal virus H5NI. Namun kabar yang mengkhawatirkan kini telah muncul. Pengobatan medis dengan tamiflu atas pasien flu burung ternyata tidak efektif. Ini terjadi ketika tamiflu diberikan kepada 2 orang pasien yang terinfeksi virus H5NI di Mesir. Dalam surat elektroniknya kepada detikcom, pakar kesehatan dr Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan bahwa seperti dikatakan petugas dari WHO, hal tersebut terjadi karena virus telah bermutasi.Dua orang pasien tersebut yang akhirnya meninggal adalah seorang gadis berusia 16 tahun dan pamannya yang berusia 26 tahun. Keduanya meninggal karena terinfeksi virus H5NI pada bulan lalu.Menyadari hal ini, para peneliti lalu menganalisa virus yang terdapat pada kedua orang tersebut di laboratorium. Dan hasilnya menunjukkan terjadi perubahan genetik pada virus sehingga menjadi lebih sensitif dan resisten terhadap tamiflu.Perubahan genetik serupa terjadi pula pada salah satu pasien di Vietnam. Data yang dikumpulkan dari 4 ribu pasien yang menjalani pengobatan dengan tamiflu, menunjukkan rata-rata terjadi tingkat resistensi pada virus. Pada orang dewasa menunjukkan angka 0,4 persen dan angka 4 persen pada anak-anak usia 1 hingga 12 tahun.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































