Tak Sesuai Standar, BRR Minta Lapas Gunung Sitoli Dibongkar
Sabtu, 27 Jan 2007 22:00 WIB
Medan - Bangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Tuhemberua, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) diperintahkan untuk bongkar. Hal ini dikarenakan proyek pembangunan lapas itu dinilai menyalahi bestek atau rancangan kontruksi. Perintah pembongkaran itu datang dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias, perwakilan Nias. Kepala Perencanaan dan Pengawasan BRR Perwakilan Nias, Niarata Samadi menyatakan pihaknya terpaksa mengeluarkan perintah tersebut karena proyek bangunan senilai Rp 3,67 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Sige Sinar Gemilang tidak sesuai dengan rancangan kontruksi yang telah ditetapkan. "Kita telah mengirim surat teguran dan meminta rekanan yang mengerjakan bangunan tersebut untuk memperbaiki bangunan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan dalam periode waktu yang diijinkan dalam kontrak kerja," ujar Niarata Samadi kepada wartawan di Medan, Sabtu (27/1/2007). Pembangunan lapas baru itu dilakukan untuk mengganti lapas lama, yang berada di Hilina'a, Gunung Sitoli. Lapas lama mengalami rusak berat akibat gempa dahsyat pada Maret 2005 lalu. Sewaktu gempa itu terjadi, sebanyak 178 napi dan tahanan yang berada di dalam lapas sempat melarikan diri, namun sebagian besar akhirnya kembali menyerahkan diri. Disebutkan Niarata Samadi, ketatnya pengawasan pembangunan tidak hanya pada Lapas Gunung Sitoli, tetapi semua proyek fisik BRR Perwakilan Nias pembangunannya harus melalui proses audit kualitas oleh manajemen penjaminan mutu atau Quality Assurance (QA) BRR Perwakilan Nias. Proses audit mutu dilakukan sejak perencanaan, pelaksanaan maupun setelah bangunan didirikan. "Sesuai prinsip Build Nias Back Better atau membangun kembali Nias yang lebih baik, maka proyek-proyek fisik maupun nonfisik harus benar-benar sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan pada masing-masing sektor. Jika setelah diaudit dan ternyata tidak memenuhi syarat maka diminta untuk di-review atau dibongkar dan dibangun kembali," urai Niarata yang didampingi Manajer Komunikasi dan Informasi Publik Emanuel Migo. Untuk kepentingan itu, BRR Perwakilan Nias memiliki Manager Quality Assurance yang sedang melakukan audit terhadap proyek yang telah dan sedang dikerjakan, maupun proyek-proyek pada Tahun Anggaran 2007 yang kini dalam proses penyiapan pelelangan. "Kalau pada tahun-tahun sebelumnya audit mutu hanya dilakukan setelah bangunan berdiri, maka sejak tahun 2007 audit mutu akan dilaksanakan mulai perencanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan, bahkan juga pada saat pelelangan. Pelelangan yang baik akan menghasilkan kontraktor yang baik yang tentunya memiliki peluang untuk menghasilkan kualitas konstruksi yang baik," jelas Niarata.
(rul/ndr)











































