Rektor Utama: SK DO Tidak akan Dicabut
Sabtu, 27 Jan 2007 19:17 WIB
Jakarta - Rektor Universitas Tama (Utama) Jagakarsa, Jakarta Selatan, Tama Sembiring menolak tuntutan sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut. Rektor tidak akan mencabut SK tentang drop out (DO) bagi Rifsia Iga Riadi. Penegasan Tama Sembiring ini disampaikan kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di halaman Kampus Utama, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2007) pukul 19.00 WIB. Tama Sembiring mengaku berada di pihak yang benar. Tama juga membeberkan alasan pemberhentian Rifsia sebagai mahasiswa Utama. Selain karena mengganggu penertiban dengan melakukan diskusi-diskusi gelap dan penyebaran pamflet, menurut Tama Sembiring, Rifsia juga suka meminum minuman keras. Berikut petikan wawancara wartawan dengan Tama Sembiring:Bagaimana dengan tuntutan pencabutan SK? SK tidak akan dicabut, apa pun yang terjadi. Saya ada di pihak yang benar kokTentang alasan DO, dinilai mengada-ada? Lho kegiatan kampus itu apa bisa jalan tanpa izin rektor? Selain itu, dia (Rifsia-Red) juga suka minum minuman keras. Ada buktinya?AdaBagaimana dengan aksi para mahasiswa ini?Saya tidak ada urusan itu. Itu hak merekalah. Jadi, didiamkan saja? Mau gantung diri juga terserah. Sebenarnya begini. Kalau dia mau menghadap saya, ngomong baik-baik, saya terbuka aja kok. Ini dia dipanggil saja gak mau. Ya sudah terserah. Ya begitu aja ya, saya sedang capek. Saya mau rapat dulu. Apakah polisi akan membubarkan aksi ini?Saya tidak tahu, itu urusan pemerintahAda koordinasi dengan polisi?Nggak ada, nggak adaGimana kalau mereka ke Mendiknas dan DPR melaporkan Anda?Saya tidak takut
(asy/ndr)











































