3 Jam Menunggu, Akhirnya Busway Koridor VII Datang

3 Jam Menunggu, Akhirnya Busway Koridor VII Datang

- detikNews
Sabtu, 27 Jan 2007 18:59 WIB
Jakarta - Menunggu benar-benar pekerjaan yang membosankan. Apalagi kalau sambil berdiri selama 3 jam. Inilah yang dialami para calon penumpang busway di halte PGC Cililitan. Akhirnya yang dinanti datang juga. Sekitar pukul 17.15 WIB, 3 bus datang dan membawa mereka."Ya, akhirnya datang juga," ucap salah seorang penumpang, Mala (40), dengan senyum lega di halte PGC Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (27/1/2007).Mala bersama ratusan penumpang lainnya langsung berebutan menaiki bus-bus tersebut. Banyaknya penumpang membuat sebagian yang lain tidak kebagian tempat duduk. Mereka pun harus rela berdiri menuju halte selanjutnya.Namun sepertinya peluncuran perdana busway Koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) ini jauh dari persiapan sempurna. Pantauan detikcom, tidak seperti di Koridor I dan II, yang dilengkapi dengan pengumuman lokasi persinggahan dan peringatan hati-hati melalui pengeras suara, pada koridor ini pengumuman hanya disampaikan oleh petugas busway. Itu pun tidak menggunakan pengeras suara."Kita sudah berada di Halte PGC Cililitan. Hati-hati dengan barang bawaan Anda," ucap seorang petugas terdengar sayup-sayup.Sebelumnya, para penumpang yang antre sejak pukul 14.00 WIB, harus membeli tiket di loket yang baru buka sekitar pukul 17.00 WIB. Biasanya, para penumpang akan mendapat tiket yang bentuknya mirip kartu ATM. Namun para penumpang busway koridor baru ini malah mendapat tiket dari kertas berbentuk bujur sangkar seukuran uang kertas Rp 1.000.Kertas bertuliskan tiket Koridor VII untuk sekali perjalanan seharga Rp 3.500 ini terbagi dua. Satu sisi terdapat tulisan untuk penumpang yang disobek dan diambil petugas, sedang bagian satunya lagi disimpan penumpang.Kebanyakan penumpang rupanya sekadar mencoba koridor baru ini. Rata-rata mereka hanya ingin jalan-jalan. "Saya enggak tahu mau kemana, ya ikut saja sampai ke ujung," imbuh Mala yang pergi bersama anak dan keponakannya.Namun nada kecewa datang dari Budi (35). Warga Cililitan yang hanya mencoba koridor busway ini mengaku kecele. Dia mengira kalau peluncuran perdana ini akan gratis seperti Koridor I dan II dahulu."Wah, gimana sih perdana masak bayar juga," cetusnya.Kafilah tetap berlalu, Budi harus rela merogoh koceknya. Dia akhirnya tetap berangkat menuju Halte Kampung Melayu yang juga merupakan halte transter (penumpang bisa beralih koridor tanpa harus membayar).Seorang petugas yang berjaga di Halte PGC Cililitan mengaku keterlambatan yang terjadi disebabkan harus menunggu kedatangan bus dari Halte Kampung Melayu dan Kampung Rambutan."Hari ini masih sedikit yang beroperasi," elak petugas itu tanpa merinci lebih jauh. (ndr/nvt)


Berita Terkait