Keluarga Korban AdamAir Sangsikan Penemuan Black Box
Sabtu, 27 Jan 2007 15:52 WIB
Manado - Terdeteksinya keberadaan black box pesawat AdamAir KI 574 di perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) kurang diyakini kebenarannya oleh keluarga korban penumpang pesawat itu. Mereka baru percaya setelah black box itu diambil. "Bercermin pada kejadian-kejadian sebelumnya, misalnya statement bahwa lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan kemudian diralat lagi, lalu penemuan sayap ekor yang sempat disimpan di rumah sebelum diserahkan ke petugas, mengindikasikan kalau ada semacam rekayasa di balik semua ini," ujar Felix Wantania saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/1/2007). Felix Wantania merupakan keluarga penumpang AdamAir. Ada 7 kerabatnya yang menjadi penumpang AdamAir naas itu. Felix memprotes penjelasan SAR Mission Coordinator Marsekal Pertama Eddy Suyanto yang mengatakan bahwa pencarian AdamAir dihentikan setelah lokasi black box ini terdeteksi. Menurut Felix, keluarganya baru akan percaya bila black box benar-benar sudah di tangan dan tidak sekadar terdeteksi. "Kami tetap belum meyakininya sebelum melihat langsung kotak hitam itu," tambah dia. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan mendesak pemerintah pusat agar tetap melakukan pencarian bangkai pesawat AdamAir sekaligus mengevakuasi penumpangnya untuk menghindari komplain keluarga korban. "Kita akan tetap berjuang agar bangkai pesawat beserta isinya dievakuasi," ujar Kepala Kesbang Sulut JJ Mongkaren di Manado, Jumat (26/1/2007) kemarin. Dia berharap semua komponen yang terlibat dalam pencarian Adam Air mengerahkan segala upaya untuk menemukan pesawat yang hilang sejak 1 Januari lalu itu.
(/asy)











































