Bara Poso Menjalar ke Perpecahan Ormas Islam

Bara Poso Menjalar ke Perpecahan Ormas Islam

- detikNews
Sabtu, 27 Jan 2007 13:36 WIB
Jakarta - Sangat mengejutkan! Ternyata ada perpecahan antara ormas-ormas Islam yang dikenal militan di tanah air. Fenomena ini diungkapkan dengan blak-blakan oleh mantan Panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib bahwa pihaknya berseberangan dengan amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir."Mulai sekarang saya siap menghadapi manuver-manuver Ustad Abu Bakar Ba'asyir apa pun dan bagaimana pun," kata Ja'far dalam diskusi bertajuk 'Poso tak Kunjung Padam' di Menara BTN, Jl Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu (27/1/2007).Menurut pria berjenggot ini, Abu Bakar Ba'asyir cenderung mementingkan kepentingan kelompoknya sendiri dibanding kepentingan umat Islam secara keseluruhan. Bahkan bila ada ormas Islam lain yang kebetulan berbeda pendapat maupun pandangan dengan MMI dalam hal Poso maupun konflik lainnya, MMI menuding kelompok yang berseberangan tersebut telah disuap oleh pemerintah, dan tak jarang dituding sebagai antek-antek AS.Ja'far mencontohkan pernyataan Abu Bakar Ba'asyir di sebuah majalah yang terang-terangan menyudutkan dirinya dalam konflik Poso. Di majalah tersebut, Ba'asyir mengungkapkan bahwa Laskar Jihad kini sedang dihidupkan kembali oleh Densus 88 Mabes Polri untuk menghadapi kekuatan Umat Islam di Poso.Ja'far pun membantah tudingan tersebut. Dengan keras dia berkata, "Ini jelas manuver kedustaan Abu Bakar Ba'asyir. Bila ada kelompok Islam yang berbeda pendapat dengan dirinya, langsung dituduh dibayar pemerintah."Dia lantas berharap agar MMI segera mengklarifikasi pernyataan dalam majalah tersebut, dan selanjutnya memberikan pernyataan-pernyataan yang jujur dan terbuka mengenai konflik Poso. Ia pun berharap agar masalah ini tidak berlarut-larut dan berujung pada pertikaian antar 2 ormas Islam.Apakah siap menghadapi reaksi Abu Bakar Ba'asyir? "Tergantung penawaran. Kalau ada penawaran ya kita borong saja sekalian. Mudah-muhan enggak ke arah kekerasan. Saya ingatkan jangan sekali-kali memancing kami ke arah kekerasan," imbuh Ja'far. (nvt/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads