Pedagang PGC Sumringah Ada Busway
Sabtu, 27 Jan 2007 13:32 WIB
Jakarta - Peresmian Busway Koridor VII Kampung Melayu-Kampung Rambutan disambut gembira baik oleh pedagang maupun pengunjung Pusat Grosir Cililitan (PGC). Namun di balik kegembiraan itu juga terselip kekhawatiran.Misalnya saja yang disampaikan Dian, penjual busana muslim di PGC. Wanita berjilbab ini mengaku senang dengan kehadiran busway di depan PGC karena bisa menaikkan omzet penjualannya. Namun Dian justru merasa khawatir kehadiran halte busway yang nyambung ke lantai 2 PGC akan memicu kriminalitas."Harapan saya omzet bisa nambah, biasanya sehari dapat Rp 300 ribu, dengan adanya busway ya saya ngarepin lebih. Tapi kalau pengunjungnya padat juga memberi peluang banyaknya copet atau kejahatan lain," kata wanita berusia 28 tahun itu.Sementara Anto, seorang penjual celana jeans di lantai 2 no 59 berharap jumlah pengunjung PGC akan bertambah signifikan setelah ada busway koridor VII. "Biasanya ramai kalau sabtu minggu saja, mudah-mudahan dengan adanya jalur busway di depan PGC bisa ramai tiap hari," katanya.Kegembiraan juga diungkapkan para pengunjung PGC. Misalnya saja Yanti, warga Condet yang mengaku senang dengan kehadiran busway. "Sebelum ada busway saja saya ke sini seminggu dua kali, apalagi ada busway," ujar Yanti yang berbelanja dengan 3 anaknya sambil tertawa.Namun Yanti mengaku kehadiran busway telah membuat jalanan depan rumahnya macet. Menurut Yanti, akan lebih baik jika halte tidak tepat di depan PGC, namun di depan Pusdikkes karena lebih banyak orang yang menunggu bus dari tempat tersebut. Pengunjung lainnya bernama Handoko mengaku pola belanjanya tidak akan terpengaruh oleh kehadiran busway. "Kalau saya sih datang ke sini kalau lagi mau belanja. Biasanya mengantar istri saya. Tapi kalau lagi tidak mau belanja malas ke sini," ujar Handoko yang berbelanja bersama istri dan anak perempuannya.
(qom/asy)











































