Keluarga Muram Dengar Evakuasi Korban AdamAir Tak Dilakukan

Keluarga Muram Dengar Evakuasi Korban AdamAir Tak Dilakukan

- detikNews
Jumat, 26 Jan 2007 20:03 WIB
Makassar - Evakuasi korban AdamAir dipastikan tidak akan dilakukan. Mendengar itu, raut wajah keluarga korban pun muram. Setelah menarik nafas dalam-dalam, mereka menyampaikan harapannya.Kepedihan tak bisa ditutupi, namun mereka tampak mencoba tegar dengan terus berharap."Saya masih ingat ucapan wapres saat menemui kami. Dia berjanji tidak akan ada penghentian pencarian sampai jenazah keluarga kami ditemukan," ucap Wesly Mamahami yang saudaranya bernama Da Silva menjadi penumpang AdamAir KI 574.Wesly bersama 7 keluarga korban lainnya menggelar jumpa pers di Hotel Makassar Transit II, Jl Poros Makassar Maros, sekitar 250 meter dari Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Jumat (26/1/2007).Pernyataan Wesly disampaikan setelah diberitahu wartawan mengenai pernyataan SAR Mission Coordinator (SMC) Marsma Eddy Suyanto bahwa evakuasi korban tidak akan dilakukan. Alasannya, dengan kedalaman 2.000 meter, serpihan badan pesawat yang paling besar saja hanya 1,5 meter."Saya sangat berharap mudah-mudahan pemerintah mengusahakan tetap melakukan evakuasi terhadap keluarga kami meskipun telah menjadi mayat," ujar Wesly pilu.Tidak ada airmata yang mengalir di pipi 8 dari 13 keluarga korban yang masih bertahan di Hotel Transit II. Namun terlihat jelas mereka tampak letih dan lemas mendengar kabar tersebut.Samuel juga menyampaikan harapan sama agar evakuasi korban tetap dilakukan. Adik Samuel, Yunneke, merupakan penumpang AdamAir yang sempat menghebohkan karena ada SMS kosong darinya ke saudara kembarnya, Justin, setelah AdamAir raib pada 1 Januari.Soal ganti rugi? "Jangan dululah dibicarakan soal ganti rugi. Bukannya kami tidak mau, tapi kami ingin tahapan ganti rugi dibahas setelah evakuasi selesai. Evakuasi dululah yang dibicarakan," kata Samuel.Masa penantian keluarga korban AdamAir untuk mendapatkan kabar tentang orang-orang yang dikasihinya itu terhitung sudah 26 hari. Saat AdamAir dengan rute Jakarta - Surabaya - Manado dinyatakan raib, seratusan keluarga menempati Hotel Transit I dan II, kebanyakan berasal dari Manado, Sulut. Kini tinggal 13 keluarga yang bertahan.Pada 25 Januari, lokasi kotak hitam pesawat ditemukan di perairan Majene, Sulbar, pada kedalaman 1.800 meter dan 2.000 meter. Misi pencarian AdamAir pun distop, dan evakuasi korban tidak akan dilakukan. Upaya selanjutnya adalah evakuasi kotak hitam pesawat. (sss/asy)


Berita Terkait