SBY-Din Bahas Forum Islam Inggris-Indonesia

SBY-Din Bahas Forum Islam Inggris-Indonesia

- detikNews
Jumat, 26 Jan 2007 19:06 WIB
SBY-Din Bahas Forum Islam Inggris-Indonesia
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dipanggil Presiden SBY terkait peresmian Indonesia-United Kingdom Advisory Group on Islam di London. Indonesia akan terlibat dalam proses penyelesaian masalah global. "Pak Din dipanggil karena beliau salah satu dari enam tokoh yang akan berangkat ke London untuk peresmian Indonesia-United Kingdom Advisory Group on Islam," kata Menlu Hassan Wirajuda kepada wartawan seusai mendampingi pertemuan SBY-Din di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (26/1/2007). Menurut dia, Presiden SBY menyampaikan pesan-pesan kepada Din terkait masalah dunia Islam. "Kepada Pak Din, Presiden menyampaikan pesan tidak hanya dalam konteks Indonesia dan Inggris, tapi dalam konteks masalah besar yang dihadapi dunia Islam. Termasuk harapan agar disampaikan bahwa Indonesia sebagai negara muslim besar ingin menjadi bagian dari solusi (salah paham barat terhadap Islam)," kata dia.Sementara Din Syamsuddin mengaku bahagia diterima Presiden SBY. Din mengakui pertemuan tersebut terkait dengan pembentukan Indonesia-UK on Islamic Advisory Group, lewat seminar 29-31 Januari di London. "Kami sampaikan penghargaan pada pemerintah yang mengambil langkah-langkah proaktif terlibat dalam penyelesaian masalah global. Kami berharap forum ini akan menjadi medium bagi dioalog khususnya antara RI dengan Inggris, dan bisa juga mewakili peradaban Islam dan Barat," kata dia. Menurut Din, Presiden SBY akan mengambil prakarsa menjadi bagian dari penyelesaian masalah dunia. Dengan memprakarsai bersama beberapa negara Islam lain, Indonesia menggelar pertemuan untuk menyelesaikan masalah Irak yang sangat memprihatinkan dan potensial mendorong konflik sektarian antara sunni dan syiah. "Indonesia sebagai negeri mayoritas Islam tergerak menyelesaikan masalah itu. Demikian seharusnya Indonesia sebagai negara besar agar ke depan lebih ambil peran aktif dalam perdamaian abadi dunia," ujar dia. (lh/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads