Turis Tak Terpengaruh Flu Burung pada Anjing & Kucing di Bali
Jumat, 26 Jan 2007 17:34 WIB
Denpasar - Wisatawan mancanegara sempat khawatir terkait penemuan virus flu pada anjing dan kucing. Untungnya, kekhawatiran itu tidak berdampak pada pembatalan ke Bali."Mereka bukan bukan komplain. Para wisatawan secara personal hanya menanyakan mengenai berita penemuan virus flu burung pada anjing dan kucing di Bali," kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Fery Markus.Hal ini disampaikan Fery usai diskusi bertajuk "Epidemiologi Avian Influenza pada Babi, Moyet dan Hewan Lainnya di Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Jumat (26/1/2007).Dikatakan dia, wisatawan yang menanyakan penemuan itu di antaranya wisatawan dari Asia dan Australia."Tidak banyak sih, hanya perorangan. Penemuan itu tidak menyebabkan delay atau canceling kunjungan ke Bali," ujarnya.Markus mengucapkan terima kasih kepada peneliti terkait penemuan flu burung pada anjing dan kucing itu. "Dengan penemuan ini kita sekarang bisa mengantisipasi kemungkinan kejadian yang ada, dan apa yang mesti harus kita lakukan," kata Markus.Lebih lanjut Markus mengatakan penemuan virus H5NI juga tidak mengganggu hunian hotel di Bali. Okupansi hotel di Kabupaten Badung, lanjut dia, stabil berkisar pada angka sekitar 51 persen.Markus pun optimistis kunjungan wisatawan akan tetap tinggi jika tidak terjadi kejadian yang luar biasa seperti wabah flu burung di Bali."Penemuan ini bukan menakut-nakuti dan membuat panik, tetapi untuk mengantisipasi," ujar Markus.Hasil penelitian Unud menemukan virus flu burung pada anjing sebanyak 3 ekor dari 117 sampel dan pada kucing 1 ekor dari 41 sampel di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.
(aan/nrl)











































