Tak Perlu Operasi Militer di Poso
JK Sesalkan Kepala Desk Antiteror
Jumat, 26 Jan 2007 15:50 WIB
Jakarta - Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyesalkan pernyataan Kepala Desk Antiteror Kementerian Polhukam Irjen Pol Ansyaad Mbai yang menyatakan perjanjian Malino tidak berhasil maksimal dalam menangani kasus Poso. Kalla menyebutkan, keberhasilan perjanjian Malino dibuktikan dengan saat ini tidak ada lagi konflik antara Islam dengan Kristen di Poso."Siapa pun yang ngomong itu tak mengerti persoalan. Berkali-kali saya katakan perjanjian Malino menyelesaikan konflik antar komunitas. Buktinya sekarang bupatinya Kristen dan wakil bupatinya Islam mereka bekerja bersama-sama perannya," tutur penggagas perjanjian Malino ini.Kalla menyatakan hal itu di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (26/1/2007). Menurut Kalla, kerusuhan Poso terjadi akibat kelompok kecil yang melakukan teror, sedangkan untuk masalah konflik di Poso sudah tidak ada lagi. "Coba tunjukkan ada konflik Poso tidak. Yang ada teror, karena itu bukan urusan Malino lagi. Itu urusan antiteror," ujarnya.Kalla juga menilai, untuk menyelesaikan kasus baku tembak di Poso 22 Januari lalu tidak diperlukan operasi militer. Hal itu karena kasus di Poso merupakan kriminal biasa dan bukan konflik."Ini kan soal memburu 15 orang. Itu urusan polisi," katanya.Soal pengakuan warga bahwa penangkapan DPO membabi buta, Kalla menilai, tidak perlu dilakukan penyidikan lebih lanjut. Hal ini tidak perlu karena sudah ada tim independen yang memantau. "Biasalah tidak mungkin orang 100 persen puas," kata Kalla.
(mar/nrl)











































