Teman Di-DO, Mahasiwa Utama Jagakarsa Ancam Jahit Mulut
Jumat, 26 Jan 2007 15:29 WIB
Jakarta -
Tidak terima kawannya di-drop out rektor, Mahasiswa Solidaritas Jakarta (Somaja) dari Universitas Tama (Utama) Jagakarsa ancam jahit mulut. Rektor ditunggu jawabannya hingga Jumat pukul 16.00 WIB untuk menanggapi.Sekitar 30 kawan Rifsia Iga Riadi, mahasiswa yang di-DO rektornya pada 16 Januari 2007, melakukan aksi unjuk rasa. Mereka meminta SK No 28/UTAMA/J/I/2007 untuk pemberhentian Iga sebagai mahasiswa Utama Jagakarsa dicabut. Iga dikeluarkan karena dianggap terlalu kritis terhadap pemerintahan SBY-JK."Rektor jangan berbuat sewenang-wenang. Jangan bungkam aktivis prodemokrasi," ujar teman-teman Iga di halaman kampus, Jl Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2007).Di tengah orasi, beberapa di antaranya mengibarkan bendera Front Nasional dan Forkot. Juga poster bertuliskan 'Mengecam Keras Atas Didrop outnya Iga', 'Rektorat Semena-mena' dan 'Rektorat Membungkam Suara Mahasiswa'.Selain itu, ada 3 mahasiswa mendirikan tenda di bawah fly over Pasarminggu, Jakarta Selatan. Sejak pukul 13.00 WIB mereka menyatakan mogok makan. Mereka berharap pihak universitas mau kembali menerima Iga sebagai mahasiswa Fakultas Hukum.Pada Jumat ini, sudah ada tiga orang yang mendaftar menjahit mulutnya demi Iga. Selain Iga sendiri, Ardian Erlangga dan Riyanto Widodo. Mereka menunggu tanggapan rektorat hingga pukul 16.00 WIB nanti. Jika tidak, aksi mogok makan akan berlanjut menjadi aksi jahit mulut. Dua sukarelawan jahit mulut akan menyusul Sabtu besok.
(ana/nrl)










































