Tim Keislaman RI-Inggris Akan Diresmikan di London
Jumat, 26 Jan 2007 13:33 WIB
Jakarta -
Islam moderat di Indonesia terus dikumandangkan ke dunia untuk memulihkan citra Indonesia. RI dan Inggris telah membentuk tim penasihat mengenai keislaman. Rencananya, tim ini akan diresmikan di London pekan depan."Untuk terus menggiatkan diplomasi ini, pemerintah RI dan Inggris membentuk tim penasihat mengenai keislaman. Tim ini akan diresmikan minggu depan di London," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda saat ditemui detikcom, usai raker dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/1/2007) malam. Tim terdiri dari 6 orang perwakilan Inggris dan 6 orang perwakilan Indonesia. Tim Indonesia terdiri dari Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan dari kalangan cendekiawan, yaitu Azyumardi Azra, Komaruddin Hidayat, Zannubah Arifah Chafsoh alias Yenni Gus Dur, dan Marwah Daud Ibrahim.Tim ini dibentuk sebagai upaya diplomasi antara kedua negara mengenai Keislaman. Selain itu, tim ini juga dibentuk untuk memperbaiki citra Indonesia yang di dunia barat dinilai sebagai salah satu kandang teroris. Kerja sama ini juga untuk memperjelas kerancuan pemahaman mengenai Islam, termasuk tentang keberadaan pesantren dan madrasah di Indonesia. "Di Barat, masih ada kerancuan pengertian yang menganggap pesantren dan madrasah sebagai sumber radikalisme," aku Menlu. Pemahaman yang salah tentang madrasah saat ini juga melanda AS. Pemahaman soal madrasah yang dinilai mereka sebagai tempat sekolah yang melahirkan radikalisme dan ekstremisme itu digulirkan untuk 'menyerang' Barack Obama, senator AS dari Illinois, yang mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Barack pernah tinggal di Indonesia saat berusia 6-10 tahun.
(asy/sss)










































