Kasus Barack Obama, RI Sudah Jelaskan 'Madrasah' ke AS
Jumat, 26 Jan 2007 11:53 WIB
Jakarta - Barack Obama, senator AS yang mencalonkan diri sebagai presiden AS 2008, diserang dengan isu 'madrasah'. Barack diisukan sekolah madrasah saat tinggal di Indonesia. Mengapa masyarakat AS salah memandang madrasah? Departemen Luar Negeri (Deplu) RI sudah memberikan penjelasan tentang madrasah kepada AS dan negara lainnya. "Kita terus jelasakan kepada mereka, bahwa madrasah dan pesantren di Indonesia mengacu pada kurikulum nasional, dan mereka bisa mengerti," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda kepada detikcom usai raker dengan Komisi I DPR, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/1/2007) malam. Menurut Hassan, lobi ini sudah mendapatkan hasil positif. Dia mencontohkan kunjungan Menlu AS Condoleezza Rice ke madrasah di Cikini dan PM Inggris Tony Blair ke Pesantren Darunnajah beberapa waktu lalu.Sementara itu, Juru Bicara Deplu Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo menyatakan isu 'madrasah' yang dihadapkan kepada Barack Obama merupakan bagian dinamika politik di AS. "Obama sendiri sudah menyangkal. Ini bagian dari dinamika politik di AS. Saya tidak akan menanggapi spesifik urusan dalam negeri AS," tegas dia saat ditemui detikcom di kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2007). Tapi, Yohanes secara tegas menyatakan bahwa madrasah di Indonesia tidak ada kaitan sama sekali dengan radikalisme maupun terorisme. "Saya sebagai bagian dari bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan madrasah sama sekali tidak ada kaitannya dengan radikalisme. Dengan sumber katakanlah terorisme, sama sekali tidak. Kalau memang ada orang yang menyatakan itu, bisa saya katakan bahwa itu pernyataan yang salah," ujar Kristiarto. Obrolan tentang Barack Obama di AS menjadi ramai. Gara-garanya, Barack dituding pernah bersekolah madrasah di Indonesia. Meski Deplu RI sudah memberikan pengertian kepada AS, namun itilah 'madrasah' masih dipahami sebagian masyarakat AS sebagai tempat sekolah Islam yang cenderung melahirkan paham-paham ekstrem dan radikal. Padahal, di Indonesia, madrasah hanyalah kata lain dari sekolah. Sebagian madrasah di Indonesia memang mengajarkan soal agama Islam. Tapi, di madrasah juga diajarkan tentang hal-hal umum. Madrasah biasanya berada di bawah Departemen Agama (Depag), bukan di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Tudingan terhadap Barack soal madrasah ini semakin mengemuka setelah Fox News membawa tudingan ini dalam beritanya. Fox News berani mengangkat soal ini karena mendapatkan sumber yang dipercaya tentang masa kecil Barack di Indonesia. Namun, laporan Fox NEws mengenai Barack yang tidak akurat dan tanpa fakta ini saat ini mendapat kritikan yang luas. Munculnya isu madrasah Barack ini semakin memanas seiring pencalonan dirinya sebagai Presiden AS. Isu ini dinilai sebagai upaya membuat opini miring tentang Barack. Di kalangan Partai Demokrat, Barack akan bersaing dengan Hillary Clinton. Sejumlah tokoh Partai Republik juga sudah menyatakan akan maju sebagai calon presiden 2008.
(asy/nrl)











































