Isu Tumbal Lapindo, Anak-anak Palembang Takut Mengaji
Jumat, 26 Jan 2007 09:28 WIB
Palembang -
Warga Palembang dibuat was-was karena beredarnya isu kepala tumbal untuk lumpur Lapindo. Malam hari menjadi lebih sepi, karena anak-anak takut mengaji. Mereka pun minta diantar orang tua mereka."Saat ini anak-anak yang biasa berangkat mengaji sendiri, 4-5 hari ini minta diantar orang tua atau orang dewasa," ujar Ustadz Ali dari Masjid Al Washliyah, Jl Kapten Rifai, Palembang, Jumat (26/1/2007).Guru mengaji ini pun tidak bosan-bosan menjelaskan kepada muridnya kalau isu ini tidak benar. Hal sama dikatakan Ustadzah Badriyah, guru mengaji di Masjid Akbar, Kelurahan Kalidoni, Palembang."Beberapa hari ini anak mengaji selepas magrib sedikit berkurang. Setelah saya datang ke rumah mereka, mereka mau mengaji asal diantar orang tua," ujarnya.Di sekolah, guru-guru pun mencoba menjelaskan isu pemenggalan ini tidak benar. "Anak-anak ketakutan akibat isu itu. Mereka sekarang pulang beramai-ramai atau diantar orang tua," ujar Musiyati, guru SDN 138, Jl Segaran, Palembang.
(fay/nrl)










































