Pemberantasan Narkoba di DKI Dinilai Gagal

Pemberantasan Narkoba di DKI Dinilai Gagal

- detikNews
Kamis, 25 Jan 2007 03:20 WIB
Jakarta - Badan Narkotika Propinsi (BNP) DKI Jakarta dinilai gagal dalam mengemban misinya dalam mencegah peredaran narkoba. Faktanya, Jakarta masih menjadi propinsi yang terbesar dalam kasus penyalahgunaan narkoba."Tak ada satu RW pun di Jakarta yang terbebas dari narkoba. Tak satu SMU, kecuali boarding school (pesantren) yang terbebas dari narkoba. Dan tak satu tempat hiburan di DKI yang terbebas dari peredaran narkoba," kata Ketua Umum Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Hendry Yosodiningrat, di Jakarta, Kamis (25/1/2007).Belum suksesnya BNP DKI di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo ini, menurut Hendry lantaran BNP belum maksimal dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba. Yang baru terlihat di mana-mana, katanya, adalah poster BNP yang bergambar Fauzi Bowo. "Ini tidak mengena pada sasaran," ungkapnya seraya menambahkan lebih memiliki pesan politik ketimbang penyadaran masyarakat tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba.Menurutnya, sosialiasi ini harus tepat sasaran kepada masyarakat secara langsung. Misalnya dengan melakukan upaya sosialisasi tentang bahayannya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat secara langsung. Seperti diketahui, kata dia, tempat terbesar dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba adalah tempat hiburan. Maka BNP harus terjun langsung dan membuat komitmen dengan pengelola hiburan dalam pemberantasan narkoba di lingkungannya. Hendry juga menilai, untuk mencegah peredaran narkoba di tempat hiburan, BNP sebaiknya mengundang beberapa unsur untuk bekerja sama. Misalnya BNP DKI mengundang Pemda DKI, Polda Metro Jaya, dan pengusaha hiburan. Disitu BNP dan Pemda, dan Pengusaha hiburan harus membuat aturan resmi yang mengatur tentang pelarangan memutar lagu house music lima kali berturut turut."Dengan begitu, tidak ada kesempatan pada para tamunya untuk gedek-gedek dengan pil ekstasinya," ujar praktisi hukum ini. (mar/mar)


Berita Terkait