Isu Kepala Tumbal Lapindo Bikin Resah Warga Palembang
Kamis, 25 Jan 2007 20:00 WIB
Palembang - Resah lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur, merembet sampai ke Palembang. Warga Palembang dibuat cemas soal isu adanya pemenggalan kepala sebagai tumbal untuk mengatasi bencana lumpur Lapindo. Anak-anak pun menjadi ketakutan keluar rumah, terutama pada malam hari.Tidak jelas dari mana datangnya isu tumbal itu. Yang pasti isu itu menyebar dengan cepat. "Kami mendengar soal orang memenggal kepala, khususnya anak-anak di Banyuasin (Sumsel), buat tumbal bencana lumpur Lapindo," kata Sigan (34), warga Pasundan, Kecamatan Kalidoni, Palembang, kepada detikcom, Kamis (25/01/2007). Menurut Sigan, anaknya menjadi ketakutan. "Dia takut sekali kalau keluar rumah, terutama malam. Dia juga takut ke masjid untuk mengaji," lanjut pria yang berprofesi tukang becak ini. Bukan hanya rakyat biasa, para PNS di Palembang pun membicarakan isu pemenggalan kepala untuk tumbal lumpur Lapindo. "Ya, saya dengar soal itu. Apa benar, ya? Katanya, banyak terjadi di Banyuasin dan Musi Banyuasin," kata Rachmat, pegawai Pemerintah Kota Palembang. Menanggapi isu tersebut, Kapoltabes Palembang Brigjen Pol Marsudhi Hanafi, yang dihubungi detikcom menepisnya. "Itu cuma isu, tidak benar. Setiap orang yang kita tanyai dari mana mereka tahu, mereka bilang hanya mendengarnya saja," kata dia. Marsudhi pun mengatakan, pihaknya telah mengirimkan selebaran kepada pemerintah daerah di Sumsel, agar menjelaskan kepada masyarakat isu tidak benar. Isu pemenggalan kepala manusia untuk tumbal, bukan pertama kali beredar di Palembang. Pada saat pembangunan Jembatan Ampera pada 1961-1964 dan Jembatan Ogan beberapa tahun kemudian, isu serupa pernah beredar. Bahkan, masyarakat saat itu sangat mempercayainya karena ditemukannya mayat tanpa kepala.
(fay/fay)











































