Setelah Aksi Bunuh Diri Iptu Oloan, Syariah Fair Tetap Jalan

Setelah Aksi Bunuh Diri Iptu Oloan, Syariah Fair Tetap Jalan

- detikNews
Kamis, 25 Jan 2007 17:29 WIB
Medan - Setelah kasus penembakan dan aksi bunuh diri yang dilakukan Iptu Oloan Hutasoit di Komplek Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, serangkaian kegiatan Syariah Fair yang tengah berlangsung di sana, tetap seperti biasa. Sejumlah pedagang UKM tetap mengikuti bazaar dan perlombaan nasyid berjalan seperti rencana. Sejumlah pengunjung yang memasuki yang memasuki kompek IAIN di Jalan Sutomo Medan, umumnya berhenti sejenak untuk menyaksikan lingkaran police line yang dipasang tak jauh dari pintu masuk utama komplek. Garis polisi itu dipasang melingkar dan diikatkan pada kursi empat plastik warna biru dan merah. Di situ aksi bunuh diri tersebut terjadi. "Walaupun ada kejadian ini, kegiatan Syariah Fair tetap berlangsung. Saya kira tidak akan berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan. Lagipula kejadian itu berlangsung di luar koridor, insiden itu tidak berlangsung di tempat pelaksanaan Syariah Fair," kata Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Kantor Bank Indonesia Medan, Maurids Damanik, kepada detikcom, Kamis (25/1/2007) sore di Kantor BI Medan, Jalan Balaikota Medan. BI Medan merupakan pihak yang menggagas Syariah Fair ini. Kegiatan yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 14 Januari lalu itu, rencananya akan berakhir pada 4 Februari mendatang. Beberapa mata acaranya antara lain pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan sejumlah lomba, termasuk lomba nasyid yang dilakukan hari ini. Sementara bagian belakangan komplek IAIN, suasana tampak sepi pada salah satu rumah. Rumah bercat putih itu merupakan rumah dinas yang ditempati keluarga Ramli AW, Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut yang merupakan ayah Nanda. Rumah itu juga tempat tinggal Nanda dan Amrul Fahmi yang ditembak Iptu Oloan Hutasoit. Penghuni rumah terlihat tertutup pada wartawan. "Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan apa pun. Karena masalahnya sudah ditangani polisi, Nanti salah-salah ngomong, bisa masalah," kata seorang kerabat yang berada di rumah tersebut. Namun tidak bersedia menyebutkan jati diri. (rul/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait