Permadi Sinyalir 900 Senjata Api Masih Beredar di Poso
Kamis, 25 Jan 2007 17:21 WIB
Jakarta - Konflik di Poso diprediksi tidak akan segera mereda. Anggota DPR dari FPDIP Permadi mensinyalir masih ada 900 senjata api yang beredar di tengah masyarakat."Kami mensinyalir ada 900 senjata. Yang ketemu baru 200, sisanya ke mana. Ini kan salah satu bukti polisi tidak profesional," kata Permadi dalam jumpa pers FPDIP di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta (25/1/2007).Sementara itu Sekretaris FPDIP Jakobus Mayong Padang menyatakan yang paling penting dalam menyelesaikan konflik Poso adalah profesionalitas aparat dalam mengamankan Poso. Dia mengusulkan agar polisi dan badan intelijen yang ditugaskan di Poso diberi batas waktu. "Kalau mereka gagal maka kedua institusi itu harus ditarik mundur," ujar anggota legislatif yang pernah mogok makan menolak kenaikan BBM ini.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemantau Kasus Poso FPDIP Erka Sembiring menyatakan FPDIP merasa perlu memberikan pernyataan sikap terhadap kasus Poso karena banyaknya komentar yang simpang siur dan memperunyam keadaan."Masalah Poso harus dilihat secara menyeluruh. Harus juga merambah bidang hukum, kesejahteraan dan harus dibarengi dengan pengembalian hak serta pemulihan ekonomi. Sekarang pemerintah kan melihatnya kasus per kasus. Ini tidak efektif karena kasus Poso sangat kompleks," tandasnya.
(bal/nrl)











































