Kondisi Pasien Suspect Flu Burung di Solo Membaik
Kamis, 25 Jan 2007 14:43 WIB
Solo - Kondisi Hartini, pasien suspect flu burung (AI) di RS Dr Moewardi, Solo, semakin membaik setelah dirawat di ruang isolasi sejak Selasa dinihari. Ketua tim dokter mengatakan, pasien kemungkinan terjangkiti bakteri, bukan virus.Seperti diberitakan sebelumnya, Hartini (15 tahun) dirawat di ruang isolasi khusus penderita flu burung RS Dr Moewardi, Solo setelah sepekan lebih mengalami problem sesak nafas dan demam tinggi. Warga dusun Pucuk, Desa Sepat, Masaran, Sragen, tersebut mengalami keluhan utama sesak napas, panas badan tinggi dan denyut nadi berlebih. Selain itu, Hartini juga mengalami pneumonia kanan kiri seperti gambaran penderita AI.Ketua tim dokter yang menangani Hartini, dr Reviono SpP, mengatakan berdasarkan pemeriksaan terakhir, kondisi klinis pasien semakin membaik. Sesak nafas berkurang dari sebelumnya 40 kali/menit menjadi 20 kali/menit, panas badan dari 39 derajat celcius menjadi 36 derajat celcius."Setelah diberi antibiotik dosis tinggi, ada respons cepat dari tubuh pasien. Leukosit darah memang naik menjadi 12.000 dari 10.600. Kemungkinan pneumonia itu akibat infeksi oleh bakteri. Jika disebabkan virus, respons terhadap antibiotik sangat lambat," ujar Reviono kepada wartawan, Kamis (25/1/2007).Namun demikian Reviono belum berani mengambil kesimpulan awal karena masih harus menunggu hasil pemeriksaan sampel dari pasien yang dikirim ke Depkes Pusat di Jakarta. Hari ini, kata dia, pihaknya, mengirim hasil usap tenggorok dan hidung pasien untuk ketiga kalinya.Pasien akan tetap di ruang isolasi selama dua pekan, sesuai prosedur tetap perawatan pasien suspect flu burung. Meskipun dilaporkan semakin membaik, kondisi Hartini akan terus dipantau secara intensif oleh tim selama di ruang isolasi tersebut.
(mbr/asy)











































