Dipenuhi Background 'Udara', Timnas EKKT Tidak Efektif
Kamis, 25 Jan 2007 14:15 WIB
Jakarta - Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) pimpinan Marsekal Purn Chappy Hakim dinilai tidak efektif, karena hanya diisi dengan orang-orang yang memiliki background transportasi udara saja."Tim ini adalah respons reaktif karena banyaknya kecelakaan, tapi karena personelnya memiliki background (transportasi) udara, tim ini tidak akan efektif. Karena itu harus dievaluasi," cetus Wakil Ketua Komisi V Marwan Jafar di Gedung DPR, Kamis (25/1/2007).Menurut Marwan, meski timnas tersebut telah terbentuk, kecelakaan transportasi terus terjadi. Tidak terlihat kinerja timnas tersebut setelah dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pertengahan bulan Januari 2007 lalu."Sekarang kita melihat tim ini belum menunjukkan kinerja yang diharapkan. Kalau dalam 3 bulan tidak ada hasil, lebih baik dibubarkan," usul Wakil ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa itu.Jika dibubarkan, Marwan mengusulkan presiden memberi kewenangan pada Departemen Perhubungan (Dephub) dan DPR untuk membuat kesepakatan nasional menyangkut perbaikan transportasi di Indonesia. Perbaikan transportasi diarahkan pada kerjasama antar sektoral.Marwan juga mengusulkan perbaikan transportasi selain melibatkan Dephub, juga akan melibatkan lembaga terkait seperti Polri untuk pengamanan, Departemen PU untuk pembangunan prasarana transportasi, Depdagri untuk koordinasi dengan kepala-kepala daerah, BMG untuk prakiraan cuaca dan Basarnas untuk reaksi cepat ketika terjadi kecelakaan.Timnas EKKT dibentuk berdasarKeputusan Presiden No 3 tahun 2007 tertanggal 11 Januari 2007. Tim yang berada langsung di bawah Presiden SBY ini diberi tugas selama tiga bulan untuk mengevaluasi secara menyeluruh keselamatan dan keamanan transportasi. Termasuk di dalamnya aspek regulasi atau perundangan, standar dan prosedur keselamatan.Duduk sebagai wakil ketua adalah Budhi Muliawan Suyitno, Sekretaris Laksda (Purn) Yuyun Riyanto. Anggota Oetardjo Diran, Jusman SD, Priyatna Abdurasyid, dan Tengku Burhanuddin.Anggaran Timnas EKKTPada kesempatan itu, Marwan juga menanyakan sumber pendanaan Timnas EKKT. Apakah berasal dari dana taktis presiden atau dari APBN."Agar tidak terjadi polemik, persoalan anggaran harus transparan, tidak bisa seenaknya," tandas Marwan.Pada pertengahan Januari lalu, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng menyatakan, dana operasional Timnas EKKT akan diambil dari APBN.
(aba/nrl)











































