RI Butuh Rp 9,9 M Ambil Logam yang Diduga Bangkai AdamAir

RI Butuh Rp 9,9 M Ambil Logam yang Diduga Bangkai AdamAir

- detikNews
Kamis, 25 Jan 2007 11:37 WIB
Jakarta - USNS Mary Sears mendeteksi logam besar yang diduga bangkai AdamAir di perairan Majene dengan kedalaman 1.800-2.000 di bawah permukaan laut. Dibutuhkan alat canggih dan biaya besar untuk mengangkutnya. Minimal dibutuhkan dana 1,1 juta dolar AS atau setara Rp 9,9 miliar.Hal itu disampaikan Ketua Komite Nasional untuk Keselamatan Transportasi (KNKT) di gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (25/1/2007).KNKT sendiri belum bisa memastikan apakah logam tersebut bangkai AdamAir. Sebab hingga saat ini, KNKT belum mendapatkan laporan resmi dari Basarnas."Katakanlah itu memang bangkai pesawat Adamair yang diketemukan di kedalaman 1.800-2.000 meter. Yang jadi masalah adalah bagaimana mengambilnya," ungkap Setio. Indonesia, kata dia, tidak mempunyai teknologi untuk mengambil barang di kedalaman 2.000 meter di bawah permukaan laut. "Kita tergantung dengan negara lain, katakanlah AS. Itu biayanya untuk mendatangkan alatnya saja 1 juta dolar AS, belum lagi sewa per harinya 100 ribu dolar AS," kata Setio. Jika pencarian makan waktu lebih 1 hari, maka angka Rp 9,9 miliar akan menggelembung.Setio mendapatkan gambaran biaya yang harus dikeluarkan pemerintah setelah berbicara dengan NTSB, KNKT-nya Amerika."Kemudian saya ngomong-ngomong dengan Menhub, kalau untuk mengambil ya segitu biayanya. Kisaran kasarnya. Kita biayanya dari mana, biayanya besar sekali," kata Setio. Saat ini pemerintah mengeluarkan sekitar Rp 1,7-Rp 1,8 miliar per minggu untuk biaya operasional tim SAR yang mencari bangkai AdamAir. Biaya itu diambil dari APBN, karena perintah pencarian turun langsung dari pemerintah. "Karena itu pencarian bukan tidak ada batasnya. Tapi selama ini yang minta negara, jadi yang biayai negara. Tapi kalau misalnya diperpanjang, nantinya atas biaya dari pihak yang meminta," ujar dia. (umi/nrl)


Berita Terkait