2 Nelayan Sumut Korban Kapal Tanker Berada di Singapura
Kamis, 25 Jan 2007 01:56 WIB
Medan - Dua dari delapan nelayan Sumatera Utara (Sumut) yang sebelumnya dinyatakan hilang karena perahunya ditabrak kapal tanker, berada di Singapura dalam keadaan selamat. Dengan demikian tinggal 6 orang nelayan yang masih dinyatakan hilang.Kepala Satuan Polisi Air Tanjung Balai - Asahan, AKP Rinaldi kepada detikcom menyatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat kejelasan identitas kedua nelayan yang berada di Singapura tersebut. Upaya konfirmasi masih terus berlangsung."Kedua nelayan itu justru diselamatkan kapal tanker yang semula menabrak perahu mereka. Tanker itu sedang dalam perjalanan menuju Singapura, makanya kedua nelayan itu juga dibawa serta ke sana," kata Rinaldi.Menurut Rinaldi, keberadaan kedua nelayan itu diketahui melalui fax yang diterima dari International Maritime Beureu (IMB) di Singapura. Fax itu dikirimkan ke kantor Search and Rescue (SAR) Medan untuk selanjutnya diteruskan ke Satuan Polisi Air Tanjung Balai - Asahan di Tanjung Balai, sekitar 186 kilometer dari Medan.Pada pokoknya, fax itu menjelaskan kapal tanker MV Sinar Merak yang berangkat dari Pelabuhan Belawan Medan pada Senin dini hari melihat perahu tanpa lampu yang diduga kawanan perompak. Kapal sempat berusaha mengubah haluan, namun tabrakan tidak bisa dihindarkan. Dalam upaya menyelamatkan diri usai tabrakan, dua nelayan berhasil menaiki kapal."Saat diperiksa awak kapal, kedua nelayan yang tidak mampu berbahasa Inggris itu hanya mengantongi telepon genggam, dan tidak membawa senjata. Keduanya kemudian dibawa ke Singapura yang merupakan tujuan kapal," ujar Rinaldi.Laporan yang disampaikan nelayan mengenai tempat kejadian tabrakan maupun laporan yang disampaikan IMB menunjukkan lokasi yang sama, di sekitar perairan Pulau Berhala di kawasan Selat Malaka. Dengan demikian dapat dipastikan MV Sinar Merak yang menabrak dua perahu nelayan KM Sanjaya serta KM Sempurna Jaya.Menyusul adanya informasi ini, kata Rinaldi, pihaknya akan menghubungi keagenan kapal tanker yang berada di Belawan, Medan, untuk mendapatkan titik terang. Seterusnya akan menghubungi Konsulat Singapura yang berada di Pekanbaru, Riau, guna mengkoordinasikan penanganan masalah ini.
(rul/mly)











































