Vaksinasi Unggas di Jabar Baru Satu Wilayah

Vaksinasi Unggas di Jabar Baru Satu Wilayah

- detikNews
Rabu, 24 Jan 2007 18:26 WIB
Bandung - Terbatasnya alokasi vaksin dari pemerintah pusat membuat Dinas Peternakan Jabar baru bisa melakukan vaksinasi secara menyeluruh di Kabupaten Ciamis. Sebab, Ciamis merupakan daerah satu-satunya yang unggasnya belum terkena flu burung. Padahal, untuk memutus mata rantai penyebaran virus flu burung harus dilakukan vaksinasi secara menyeluruh di semua kabupaten."Kami sebenarnya ingin vaksinasi secara total di seluruh kabupaten dan kota. Namun karena alokasi vaksin di pusat kurang, kami akan prioritaskan untuk Ciamis dulu. Jangan sampai daerah juga ikut terkena," ujar Kepala Dinas Peternakan Jabar Rachmat Setiadi, saat diskusi dengan sejumlah wartawan Bandung di Sekretariat Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), Jalan Singaperbangsa, Rabu sore (24/1/2007).Menurut dia, alokasi vaksin unggas tahun ini untuk Jabar hanya 18 juta dosis vaksin. Padahal, untuk vaksin yang dibutuhkan khusus unggas di pemukiman sebanyak 90 juta dosis vaksin untuk tiga kali vaksinasi. Untuk kebutuhan vaksin sejumlah itu dibutuhkan dana sekitar Rp 31,5 miliar."Saya juga heran. Kenapa pada saat kita benar-benar butuh vaksin, alokasi vaksin tahun ini kecil. Untuk nasional saja hanya sekitar 103 juta dosis vaksin," ujarnya.Karena keterbatasan vaksin, lanjut dia, pihaknya akan fokus dulu pada vaksinasi total di Ciamis yang membutuhkan vaksin sebanyak 3,5 juta dosis untuk satu kali vaksinasi. Pihaknya, kata dia, telah mengajukan kebutuhan vaksin itu kepada pemerintah pusat.Sementara itu pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Danny Setiawan mengatakan Pemda provinsi dan daerah siap mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan vaksin jika memang benar-benar dibutuhkan."Jika kasus flu burung ini memang benar-benar sudah KLB. Pemda bisa saja mengerahkan semua alokasi dana untuk penanganan wabah ini. Bahkan kalau perlu semua proyek tahun ini ditunda," ujarnya. Namun, Danny tidak memberikan kepastian mengenai pemberian dana untuk kebutuhan pengadaan vaksin. (ern/asy)


Berita Terkait