Tipu 4 Ribu Orang, PT Energi Kasih Abadi Hanya Modal Fax

Tipu 4 Ribu Orang, PT Energi Kasih Abadi Hanya Modal Fax

- detikNews
Rabu, 24 Jan 2007 17:19 WIB
Jakarta - Ruangan di lantai 12 Gedung Surya terlihat lengang. Dua meja, dua kursi dan sebuah lemari hanya menjadi penghuni beku di ruangan berlabel 1201 C. Itulah bekas kantor PT Energi Kasih Abadi, perusahaan yang menipu 4 ribu investornya dan berhasil menggasak uang berkisar Rp 12 miliar.Menurut pengelola space bernama Farida, sejak akhir Desember 2006 kantor tersebut sudah sepi. Bahkan penyewanya yang disebut-sebut bernama Joni Chandra masih berutang uang sewa dua bulan."Dia menyewa ruang kantor sejak Oktober 2006. Namun dia baru bayar untuk sebulan saja," kata Farida pada detikcom di kantornya, Gedung Surya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2007).Pada saat menyewa ruangan, Joni mengaku perusahaan yang dipimpinnya bergerak di bidang internet. Dia bahkan sempat menunjukkan KTP dan akta usahanya kepada Farida. "Tidak ada kegiatan seperti layaknya perusahaan valas. Tidak ada komputer. Dia datang hanya membawa mesin fax," cerita Farida yang mengaku juga merasa tertipu.Selain hanya bermodalkan mesin fax, menurut Farida, PT Energi Kasih Abadi berpenghuni 3 orang saja. Joni dan dua orang wanita yang diduga Farida sebagai pegawainya.Awalnya, ketiga orang tersebut cukup rajin datang ke kantor. Berjalan beberapa minggu, kuantitas ketiganya datang ke kantor semakin jarang. Hingga pada akhirnya akhir Desember 2006 ruangan kantor tersebut sepi tak berpenghuni.Farida baru sadar jika Joni dan dua pegawainya sudah menipu banyak orang setelah beberapa korban Joni datang ke kantor tersebut. "Kita kaget saja, kita juga merasa tertipu. Kita kan nggak tahu orang itu niatnya mau menipu atau nggak. Kita lihat orangnya ramah," kata Farida. Kini di tangan Farida ada 9 orang yang meninggalkan nama dan no HP-nya untuk dihubungi jika tiba-tiba saja Joni Cs muncul. Para korban Joni Rabu (23/1/2007) kemarin sudah melaporkannya ke Mapolda Metro Jaya karena penipuan. Korban yang bernama Syaiful Mekhainin, asal Surabaya, mengaku tertipu Rp 20 juta. Namun 1.500 orang yang diajaknya ikut berinvestasi tertipu hingga Rp 7 miliar. (ana/nrl)


Berita Terkait