Paskall HyperSquare Didemo Warga
Rabu, 24 Jan 2007 11:40 WIB
Bandung - Tak kurang dari 300 warga RW 01 Ciroyom, Kecamatan Andir, Bandung, berunjuk rasa di Paskall HyperSquare di Jalan Pasir Kaliliki, Bandung, Rabu (24/1/2006). Mereka menolak perluasan pembangunan salah satu mal terbesar di Bandung itu.Mereka menuntut kerjasama operasional (KSO) antara PT Kereta Api (KA) dengan pengembang mal itu dihentikan. Kerjasama itu dinilai merugikan warga yang sudah lama mendiami wilayah yang dimiliki PT KA itu.Aksi ratusan warga dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Unjuk rasa diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak. Aksi yang memakai setengah badan jalan itu berakibat kemacetan yang cukup panjang di Jalan Pasir Kaliliki.Tampak polisi berjaga-jaga superketat. Itu terlihat dari banyaknya jumlah aparat yang diturunkan, sekitar 5 satuan setingkat kompi (SSK). Mereka berasal dari Polresta Bandung Barat dan Polwiltabes Bandung.Selain berorasi, massa juga membawa poster dan spanduk yang isinya antara lain Bandung Bukan Milik Kapitalis dan Hentikan Pembanguan Paskall Hyper Square. Dalam orasinya mereka menolak rencana perluasan Paskall Hyper Square yang rencananya akan dibangun diskotek, mal, apartemen, ruko dan superblok. Saat ini yang telah dibangun adalah mal, ruko serta diskotek.Juru bicara pengunjuk rasa Wawan Setiawan mengatakan, sebelumnya warga dengan pihak PT KA maupun dengan pengembang PT Citra Buana Prasida (CBP) telah beberapa kali melakukan musyawarah. Namun tidak ada kejelasan dari pihak PT KA dan PT CBP."Kami telah memberikan uang sewa namun tanpa musyawarah dulu PT KA membatalkan secara sepihak. Kami menolak kelanjutan pembangunan Paskall Square. KSO itu harus ditinjau," tuntut Wawan. Usai melakukan aksi sekitar 50 menit, para pengunjuk rasa itu melanjutkan aksinya menuju Balai Kota Bandung yang jaraknya 2 kilometer dari Paskall Hyper Square. Mereka melakukan long march menuju Balai Kota Bandung.Paskall Hyper Square dibangun di atas tanah PT KA seluas 135 ribu meter persegi. Pembangunan itu berdasarkan kesepakatan KSO antara PT KA dengan PT CBP pada tahun 2003. Sebelumnya selama puluhan tahun, tanah itu telah dihuni oleh sekitar 3.872 jiwa. Rencananya kawasan itu akan dibangun diskotek, mal, apartemen, ruko dan superblok. Saat ini yang telah dibangun adalah mal, ruko serta diskotek. Nama Paskall diambil dari singkatan nama jalan Pasir Kaliki.
(mar/nrl)











































