Jakarta Belum KLB DBD

Jakarta Belum KLB DBD

- detikNews
Selasa, 23 Jan 2007 16:43 WIB
Jakarta - Pasien demam berdarah dengue (DBD) terus berjatuhan. Namun Jakarta belum dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) wabah nyamuk itu."Belum KLB, masih waspada DBD. Untuk menyatakan KLB jumlah penderita bulan ini harus dua kali lipat dari jumlah pada bulan sebelumnya," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Shalimar Salim di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2007).Shalimar mengatakan, ada 9 wilayah endemi DBD di DKI Jakarta adalah Kebon Jeruk, Palmerah, Duren Sawit, Ciracas Timur, Johar Baru, Tanjung Priok, Koja, Pasar Minggu dan Cilandak.Menurut dia, DBD diakibatkan karena adanya perubahan cuaca yang sangat signifikan."Malam hujan, siang panas, karena itu ada peningkatan kasus DBD tetapi tidak merata. Penderitanya hanya dirawat di RS tertentu seperti RS Fatmawati dan RS Tarakan," ujarnya.Shalimar mengaku telah memeberi instruksi internal ke seluruh petugas di tingkat puskesmas untuk melakukan pemberantakan sarang nyamuk (PSN), melakukan penyuluhan ke masyarakat, dan jika ada kasus akan melakukan penyelidikan ke lapangan dan jika positif akan dilakukan penyemprotan."Itu Protapnya, yang penting kita perintahkan puskesmas untuk pembiayaan gratis di 17 rumah sakit rujukan," kata dia.Berdasarkan data per Januari tercatat ada 955 pasien DBD, dan 1 orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Desember 2006, ada 936 orang yang terkena DBD dan tidak ada yang meninggal dunia.Tidak SeriusDalam kesempatan terpisah, anggota Komisi E (Bidang Kesejahteraan Masyarakat) Ahmad Husein Alaydrus menilai Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta tidak serius menangani demam berdarah."Kalau cuma PSN saja, mana bisa maksimal. Dinas Kesehatan harus melakukan penyuluhan door to door untuk melihat langsung jentik nyamuk," kata dia.Lho, kan sudah ada petugas jumantik? "Jumantik tidak bekerja, padahal ratusan miliar sudah dianggarkan. Jadi pekerja Dinas Kesehatan jangan menunggu bola, langsung turun ke bawah," kata pria yang juga menjabat Wakil Ketua FPD DPRD DKI Jakarta. (aan/nrl)


Berita Terkait