Anggota DPRD Jabar Minim Pengetahuan Flu Burung
Selasa, 23 Jan 2007 14:48 WIB
Bandung - Pemerintah boleh saja mengklaim sosialisasi flu burung telah sampai pada masyarakat luas. Lucu jadinya, jika pemahaman anggota dewan di Jawa Barat (Jabar) mengenai virus mematikan ini masih kurang. Bagaimana dengan masyarakat awam?Hal ini terungkap pada pertemuan Komisi E DPRD Jabar dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan di Gedung DPRD Jabar, Jalan Dipenogoro Bandung, Selasa (23/1/2007). Pertemuan tersebut membahas tentang penanganan flu burung."Mungkin kita ingat jika akan naik haji, kita divaksin agar tidak kena flu. Bagaimana jika hal ini pun dilakukan untuk atasi flu burung. Khusus untuk masyarakat yang ada di daerah rawan, masyarakatnya divaksin. Tidak mengapa mahal juga?" ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Jabar Syarief Bastaman dengan senyum meyakinkan.Pertanyaan ini langsung ditanggapi oleh Ketua Komisi E DPRD Jabar Nur Supriyanto. "Untuk polio saja kemarin kita menghabiskan dana Rp 26 miliar untuk satu kali vaksinasi. Dan itu untuk balita saja. Bagaimana dengan flu burung yang bisa menyerang segala umur. Dananya akan besar sekali," ujarnya yang direspons oleh anggukan semua anggota dewan.Mendengar perbincangan ini, beberapa wartawan yang hadir dalam ruang komisi menggeleng-geleng kepala sambil menahan tawa. Perlu diketahui, hingga saat ini belum ditemukan vaksin flu burung untuk manusia. Sampai saat ini, PT Bio Farma yang rencananya akan menjadi pelopor produksi vaksin itu pun belum jelas kabarnya. Dan informasi ini telah seringkali disampaikan media."Bukan hanya persoalan dana pak, tapi vaksinnya belum ada. Kita berdoa saja pak, semoga vaksin untuk manusia ditemukan. Untuk saat ini solusi yang bapak sampaikan belum bisa dilakukan," ujar Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Pemukiman Dinkes Jabar, Wisnu Suryaputra.
(ern/asy)











































