Ratusan Penjual Burung di Bandung Gulung Tikar
Selasa, 23 Jan 2007 11:29 WIB
Bandung -
Jumlah pembeli burung di Pasar Sukahaji Bandung anjlok akibat isu flu burung yang kembali merebak awal tahun ini. Tidak hanya itu, ratusan kios burung pun gulung tikar."Isu flu burung kali ini benar-benar membuat kami repot. Beda dengan isu flu burung pada 2005 dan 2006. Lihat saja, sudah dua minggu ini jumlah pembeli menurun drastis bisa mencapai 80%," ujar Useng (42), penjual burung saat ditemui detikcom di kiosnya di Pasar Sukahaji , Jalan Lingkar Selatan Bandung, Selasa (23/1/2007).Menurut Useng, penurunan jumlah pembeli tersebut pastinya berimbas kepada omzet penjualan. Sehingga, kini ratusan penjual burung sudah banyak yang gulung tikar. Bangkrutnya para penjual itu dimulai sejak akhir 2006 lalu."Saya juga mencoba bertahan Neng, mau gimana lagi. Hanya ini satu-satunya mata pencaharian saya," ujarnya yang enggan mengungkapkan berapa penghasilan yang didapat dari jualan burung. Dia hanya mengatakan pendapatannya berkurang hingga 60%.Kondisi yang sama juga dirasakan oleh Mamat (36), yang telah 13 tahun lalu berjualan burung. Menurut dia, kini pembeli yang datang lebih banyak dari kalangan menengah ke bawah."Sekarang mah jarang orang kaya yang datang ke sini. Kebanyakan kalaupun ada yang beli dari kalangan menengah ke bawah," tuturnya. Bahkan, lanjutnya, pembeli dari luar kota khususnya dari Jakarta sudah tidak ada lagi yang datang ke Pasar Sukahaji.Dari pantauan detikcom di pasar burung Sukahaji Bandung, jalan Lingkar Selatan pada pukul 10.00 WIB, tampak sepi. Jumlah pengunjung bisa dihitung dengan jari. Kios burung pun banyak yang tutup.
(ern/nrl)










































