Kasus Penembakan Masyarakat Rumpin, LSM Desak Polri Bertindak
Selasa, 23 Jan 2007 04:58 WIB
Jakarta -
Konflik terjadi antara warga Kampung Cibitung, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor dengan aparat TNI AU. Perselisihan bermula dari pembangunan proyek water training di kawasan tempat tinggal warga. Peluru pun berbicara.Pada Senin 22 Januari, 4 truk pasukan TNI AU dari Lanud Atang Sanjaya dan Paskhas berhadapan dengan warga pukul 14.00-16.00 WIB. 1 Orang tertembak di bagian leher, dan beberapa orang luka serius akibat peristiwa itu. Bahkan 2 warga dan 1 pendamping tidak diketahui keberadaannya saat TNI AU melakukan penyisiran kampung.Demikian keterangan dalam pernyataan bersama sejumlah LSM yang diterima detikcom, Selasa (23/1/2007) dini hari. LSM itu adalah Kontras, Walhi Jakarta, LBH Jakarta, Walhi Nasional, dan Agra Nasional.Penembakan ini, menurut 5 LSM itu merupakan kelanjutan upaya TNI AU dalam membangun proyek water training yang ditolak warga. Bahkan warga pun telah mengadukan persoalan itu ke Komnas HAM, Badan Pertanahan Nasional, dan Departemen Pertanahan."Kami memandang aparat TNI AU telah melakukan perbuatan melawan hukum serta penggunaan kekerasan secara berlebihan. Sementara polisi telah dengan sengaja membiarkan pelanggaran HAM terjadi," tulis 5 LSM tersebut.LSM-LSM itu pun mendesak Polri segera mengambil langkah aktif untuk menangani kasus itu. Polisi diminta berani meminta TNI AU untuk segera mmenghentikan intimidasi kepada warga serta menjamin keselamatan masyarakat yang ditangkap. Polisi diingatkan agar selalu bersikap profesional dengan tidak berpihak pada aparat TNI AU. Komnas HAM pun diminta segera menyelidiki peristiwa tersebut.
(nvt/nvt)










































