Wanita di Ngawi Meninggal Usai Cabut Gigi Bungsu, Ini Cerita Suami

Wanita di Ngawi Meninggal Usai Cabut Gigi Bungsu, Ini Cerita Suami

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 10 Mei 2024 09:54 WIB
Suami yang kehilangan istri. Istrinya meninggal usai cabut gigi.
Suami yang kehilangan istri. Istrinya meninggal usai cabut gigi. (Istimewa)
Jakarta -

Davin Ahmad Sofyan (28), warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi, harus kehilangan istrinya, Nira Pranita Asih (31). Istrinya mengalami penurunan kesehatan setelah melakukan cabut gigi geraham hingga akhirnya meninggal.

Dilansir detikJatim, Nira dinyatakan meninggal pada 27 April di RS Oen Solo. Perempuan itu meninggal setelah menjalani perawatan pasca-operasi torakotomi (operasi pembukaan dada) pada 30 Februari 2024 karena gangguan pernapasan yang dialami oleh Nira.

Davin mengaku, sebelum menjalani operasi torakotomi, sang istri terlebih dulu melakukan operasi pencopotan gigi geraham pada 28 Desember 2023.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dua hari pasca-pencopotan gigi geraham itu, sang istri mengalami pembengkakan gusi hingga mengeluhkan sakit kepala dan melakukan konsultasi ke Klinik di Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

"Kami cabut gigi di dokter klinik yang ada di Walikukun tanggal 20 Desember 2023 konsultasi dulu gigi bungsu ini normal atau tidak. Setelah rontgen, dokter bilang gigi ini harus dicabut karena jadi penyebab sakit kepala dan lain sebagainya. Setelah gigi dicabut timbul bengkak di gusi bagian belakang," kata Davin dilansir detikJatim, Kamis (9/4/2024).

Davin menduga ada indikasi kesalahan yang terjadi pada saat pencopotan gigi geraham istrinya. Dia pun meminta agar dokter klinik Walikukun bertanggung jawab.

"Semoga ada pertanggungjawaban dari pihak klinik yang melakukan operasi pencopotan gigi geraham istri saya," kata Davin.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak juga 'Kala RSHS Bandung soal Viral Pasien Cabut Gigi Bungsu Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads