Kasus Korupsi Lahan di Kaltim, Nurmahmudi Diperiksa KPK 4 Jam

- detikNews
Senin, 22 Jan 2007 19:52 WIB
Jakarta - Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nurmahmudi Ismail kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan dilakukan terkait penyalahgunaan izin pemanfaatan kayu (IPK) lahan sejuta hektar di Kalimantan Timur (Kaltim).Pemeriksaan terhadap Nurmahmudi dibenarkan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Tumpak Hatorangan Panggabean kepada detikcom di sela-sela RDP dengan Komisi II DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2006)."Kali ini dia diperiksa sebagai saksi dari mantan Kakanwil Departemen Kehutanan dan Perkenunan Kaltim (Uuh Aliyudin)," ujar Tumpak.Nurmahmudi yang juga Walikota Depok ini diperiksa di Gedung KPK Jl Veteran III, Jakarta, sekitar 4 jam sejak pukul 12.00 WIB.Dalam kasus ini, KPK sudah menahan Gubernur Kaltim non-aktif Suwarna Abdul fatah, pemilik Surya Dumai Group (SDG) Martias, dan Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Robian.Dalam kasus penerbitan IPK ini, 11 perusahaan yang tergabung dalam SDG (1999-2002) memperoleh hasil hutan berupa kayu sekitar 700 meter kubik. Akibat perbuatan ini, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 386 miliar.Sebelumnya, pemeriksaan terhadap Nurmahmudi atas kasus ini juga pernah dilakukan KPK. Mantan menteri era Gus Dur ini diminta membeberkan prosedur penerbitan IPK.Beberapa waktu yang lalu, Nurmahmudi juga pernah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin pemanfaatan kayu, di kawasan hutan yang ada di Kabupaten Pelalawan, Riau.

(nvt/nvt)