SAR Enggan Tindak Lanjuti Foto Titik Api di Perairan Pare-pare
Senin, 22 Jan 2007 18:22 WIB
Makassar -
Ketua Tim SAR Marsekal Pertama Eddy Suyanto mengaku sudah melihat foto titik api di perairan Pare-pare, Sulsel. Namun agaknya dia enggan menindaklanjuti hasil foto yang dipotret Nanang, warga Pare-pare."Itu tidak jelas kapan waktunya, siapa yang punya foto itu kita nggak tahu," kata Eddy Suyanto dalam jumpa pers di Lanud Hasanuddin, Makassar, Senin (22/1/2007).Eddy mengakui, hingga kini dia belum mengontak si pemotret foto itu karena tidak jelas siapa yang memotretnya. "Kita harus hati-hati, tidak semua informasi kita percaya," tuturnya.Bahkan Eddy sempat meragukan foto itu. "Itu kebenaranya belum ada, mungkin saja maaf ya itu foto rekayasa," duga Eddy.Kepala Basarnas B Karnoyudho yang mendampingi Eddy dalam keterangan pers juga mengaku sudah melihat foto itu. Dan dia juga belum bisa memastikan kebenaran foto itu.Nanang S, warga Jl. Damis, Pare-pare, Sulawesi Selatan memotret ombak laut di Pantai Bibir, Pare-pare pada 1 Januari 2007, bertepatan dengan hilangnya pesawat AdamAir KI 574 menjelang pukul 17.00 Wita. Yang mengejutkan, di foto itu muncul titik api di tengah laut.Awalnya Nanang mengaku tidak menyadari gambar di ponselnya itu. Baru pada Selasa 16 Januari 2007 lalu, saat dia akan menghapus gambar itu, dia melihat gambar aneh dalam hasil jepretannya. "Saya awalnya tidak tahu, tapi setelah saya lihat lagi waktu mau menghapus, ternyata terlihat titik kecil seperti api," kata Nanang. Karena kemungkinan api di laut itu berkaitan dengan pesawat AdamAir yang hilang, Nanang pun lapor kepada petugas di Pare-pare. Namun, setelah dia malaporkan fotonya kepada petugas SAR bernama Junaedi, Nanang tidak mengetahui apakah fotonya itu ditindaklanjuti Tim SAR atau tidak.
(mar/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































