Pemotret Api di Laut Pare-pare Tak Dengar Gemuruh Pesawat
Senin, 22 Jan 2007 17:10 WIB
Makassar - Nanang S, warga Jl. Damis, Pare-pare, Sulawesi Selatan, kini dicari banyak wartawan. Dialah yang memotret ombak laut di Pantai Bibir, Pare-pare pada 1 Januari 2007, saat pesawat AdamAir KI 574 hilang. Yang mengejutkan, di foto itu muncul titik api di tengah laut. Saat memotret pantai itu, Nanang tidak mendengar gemuruh suara pesawat, apalagi suara ledakan. "Saya tidak mendengar suara apa pun saat itu," kata Nanang, saat dihubungi detikcom, Senin (22/1/2007). Saat memotret ombak di Pantai Bibir itu, Nanang tidak melihat ada titik api di seberang laut. Dia saat itu memang hanya benar-benar ingin memotret ombak Pantai Bibir yang saat itu memang cukup tinggi dengan telepon genggamnya. "Saat itu, ombak cukup tinggi. Saya ingin mengabadikan itu saja," ujar Nanang, seorang karyawan swasta di Makassar itu. Saat itu, dia berada di Pare-pare karena sedang menikmati libur Idul Adha dan Tahun Baru. Nah, pada 1 Januari 2007 pukul 16.00 Wita, dia bersama sanak saudaranya bermain di pantai. "Dulu sewaktu saya sekolah di Pare-pare, saya selalu bermain di pantai ini," kata dia. Saat ditanya apakah saat itu dirinya melihat pesawat oleng di atas laut tersebut, Nanang mengaku tidak melihat. "Saya tidak melihat, karena saat itu saya lebih banyak bercengkrama dengan keponakan-keponakan saya," ujar dia. Nanang berada di pantai itu selama dua jam. Sekitar pukul 18.00 Wita, dia meninggalkan laut, karena saat itu angin bertiup sangat kencang, sedangkan ombak laut bertambah tinggi. Awalnya Nanang mengaku tidak menyadari gambar itu. Baru pada Selasa 16 Januari 2007 lalu, saat dia akan menghapus gambar itu, dia melihat gambar aneh dalam hasil jepretannya. "Saya awalnya tidak tahu, tapi setelah saya lihat lagi waktu mau menghapus, ternyata terlihat titik kecil seperti api," kata Nanang. Karena kemungkinan api di laut itu berkaitan dengan pesawat AdamAir yang hilang, Nanang pun lapor kepada petugas di Pare-pare tentang fotonya itu. Namun, setelah dia malaporkan fotonya kepada petugas SAR bernama Junaedi, Nanang tidak mengetahui apakah fotonya itu ditindaklanjuti Tim SAR atau tidak.
(asy/nrl)











































