Konsultan Mudik ke Prancis, KPK Sulit Usut Korupsi Proyek BD

Konsultan Mudik ke Prancis, KPK Sulit Usut Korupsi Proyek BD

- detikNews
Senin, 22 Jan 2007 17:01 WIB
Jakarta - KPK mengaku mengalami kesulitan dalam mengusut dugaan korupsi pembangunan dua proyek infrastruktur di Indonesia Timur yang didanai Bank Dunia (BD). Kesulitan itu karena perwakilan konsultan proyek sudah mudik ke Prancis.Hal itu disampaikan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR yang dipimpin Trimedya Pandjaitan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2007)."Konsultan itu saat ini berada di Prancis," katanya.Ruki menjelaskan, selain tidak adanya perwakilan konsultan, bukti-bukti adanya transaksi keuangan sejak 2002-2005 juga sudah raib dari Kantor konsultan WFP Internasional yang ada di Indonesia. Bukti-bukti itu sudah dikirimkan ke kantor pusat WFP Internasional di inggris."Kalau kami tanya atau minta laporannya WFP selalu mengatakan terkait perjanjian saksi pelapor dengan Bank Dunia. Jadi kami ini seolah hanya dikasih ekornya saja," ujarnya.Ruki mengatakan, sebenarnya KPK sudah menyimpulkan adanya bukti petunjuk untuk membuktikan dugaan korupsi seperti yang dituduhkan Bank Dunia. Namun masih perlu dibuktikan lebih lanjut dengan alat bukti lain.10 Juli 2006, KPK menerima surat dari Menteri Keuangan untuk menindaklanjuti laporan Bank Dunia tentang dugaan korupsi itu. 11 Juli 2006, KPK menerbitkan surat penyelidikan terkait proses pengadaan proyek transportasi di Indonesia Timur. (ken/bdi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads