Kasus Mark Up, Bagian Pemesan dan Keuangan Istana Diperiksa

Kasus Mark Up, Bagian Pemesan dan Keuangan Istana Diperiksa

- detikNews
Senin, 22 Jan 2007 14:05 WIB
Jakarta - Setelah dilakukan pemeriksaan internal, kasus dugaan mark-up biaya hotel rombongan kepresidenan di Cebu ditangani Timtas Tipikor. Pihak Istana Kepresidenan pun tengah dimintai keterangannya."Sudah ada yang diperiksa. Kan orangnya sudah jelas, siapa yang di bagian pemesanan dan siapa di keuangan," kata Kepala Biro Rumah Tangga Istana Kepresidenan, Ahmad Rusydi. Hal tersebut disampaikan menjawab pertanyaan wartawan yang menjumpainya di Kantor Presiden, Jakarta (22/1/2007). Tapi ia tidak mau merinci sampai kini sudah berapa orang staff Sekretariat Negara yang menjalani pemeriksaan. "Kita terbuka saja. Silakan, kalau ada yang mau diperiksa. Kita beri semua datanya," imbuhnya. Di tempat sama, Menlu Hasan Wirajuda, membenarkan bahwa memang betul biaya menginap rombongan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) yang dibayarkan di atas tarif normal. "Itu betul, tapi bukan karena adanya mark up," ujar Hasan yang ditemui usai Kepala Negara menerima Menlu Denmark, Per Stig Moller, dan rombongan. Berdasar keterangan KBRI di Manila, diketahui tarif hotel di Cebu selama KTT ASEAN, memang melambung tinggi. Pernyataannya sekaligus membantah dugaan suap oknum staff Sekretariat Negara ke pihak manager Hotel Shangri La Cebu agar dilakukan mark up terhadap tagihan biaya hotel rombongan Presiden SBY selama menginap di sana tidak benar. Seorang sumber yang mengetahui praktek mark-up biaya hotel, membenarkan naiknya tarif sering kali merupakan inisiatip penyelenggara acara atau manajemen hotel. Tapi hal itu tidak berarti tidak terjadi mark-up atas biaya yang dibayarkan. (ana/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait