Pedagang Pasar Pedongkelan Tak Puas Pasar Pengganti
Senin, 22 Jan 2007 14:03 WIB
Jakarta -
Sambil sibuk mengumpulkan barang-barang dagangan, pedagang Pasar Pedongkelan yang kena gusur Senin (21/1/2007) pagi, ngedumel. Mereka kurang puas dengan pasar pengganti yang sudah disiapkan.Pak Subur, salah satu pedagang yang menjual sembako dan barang kelontong, merasakan langsung akibat gusuran Pasar Pendongkelan. Dia terpaksa memboyong barang dagangannya ke tanah lapang sambil menyaksikan pasar tempat mencari nafkahnya selama ini rata dengan tanah.Sebenarnya Pak Subur dan pedagang lainnya tak usah risau. Lahan pengganti Pasar Pedongkelan sudah disiapkan, yakni di lahan milik Pangkalan Utama Angkatan Laut III (Lantamal). Tempat tersebut sekelilingnya sudah dipagar. Bahkan lantainya sudah disemen.Meski begitu, pedagang merasa tidak puas dengan lahan pengganti pasar. Sebab, selain letaknya tak strategis, jauh dari jalan raya, luasnya juga hanya setengah pasar Pedongkelan yang digusur."Kami hanya mendapat 1,8 x 2 m persegi. Selain itu, itu tanah numpang. Jadi tidak ada kepastian di sana kami sampai kapan," keluh Subur kepada detikcom sambil membereskan dagangannya yang berserakan di tanah. Menurut Subur, pasar pengganti hanya seluas 3.500 meter persegi, sementara pasar lama luasnya dua kali lipat.Menanggapi keluhan warga, Kepala Suku Dinas UKM Jakarta Utara, Suryantika Sinaga, mengaku tempat pengganti Pasar Pedongkleng adalah yang terbaik. "Namanya pengganti, ya segitu. Ini kan Jakarta. Kalau ingin besar, ya di daerah. Sudah untung diganti. Orang mereka menempati tanah tidak bertuan. Dan ini di jalur hijau," kata Bu Kepala Sudin di tengah-tengah penggusuran tersebut.Mengenai penggusuran yang dikabarkan tanpa surat peringatan, Suryantika membantahnya. Pihaknya sudah mengirimkan surat edaran sebanyak 5 kali. Namun pedagang tidak mengindahkannya. Hingga pada saat eksekusi, mereka baru sibuk memindahkan barang dagangan."Kami sudah lima kali lakukan sosialisasi. Terakhir Sabtu lalu," terang Suryantika sambil terus mengawasi pembongkaran pasar.
(ana/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































