Kronologi Menyebarnya Isu Judi Anggota DPR di London

Kronologi Menyebarnya Isu Judi Anggota DPR di London

- detikNews
Senin, 22 Jan 2007 13:57 WIB
Jakarta - Isu judi anggota DPR di London akan dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Ketua Tim Peningkatan Kinerja DPR Zaenal Maarif membeberkan kronologi munculnya isu ini. Menurut Zaenal, kronologi ini sudah dikirimkan kepada Ketua DPR Agung Laksono. Zaenal membeberkan kronologi ini di hadapan para wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/1/2007). "Kronologi yang diuraikan di sini, merupakan komunikasi melalui SMS, antara saya dengan ND dan dengan narasumber di London berinsial NS London," kata Zaenal. Menurut Zaenal, SMS-SMS itu sebagai bentuk kesinambungan komunikasi via telepon untuk melengkapi akurasi data sebelumnya. Zaenal mendapatkan informasi ini pertama kali pada Rabu, 17 Januari 2007 pukul 16.00 WIB. Dalam kronologi ini, Zaenal menyebut inisial penting, yaitu ND dan BZ. Sesuai dengan berita-berita sebelumnya, yang dimaksud ND adalah Nizar Dahlan, anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB). Sementara BZ, merupakan inisial dari Bursah Zarnubi, yang sudah membantah isu ini. Berikut kronologi yang disampaikan Zaenal: 1. Seorang anggota DPR berinsiail ND menelepon saya melalui telepon lokal, bahwa seorang anggota DPR berinisial BZ bermain judi di sela-sela kunjungan ke London. 2. Sekitar pukul 19.00 WIB, pada hari dan tanggal yang sama, saya mencari nomor HP ND kepada kepala sekretariat Korkesra, Saudara Nunu. Setelah mendapatkan HP itu, saya menghubungi ND untuk menanyakan alamat tempat perjudian tersebut. Kemudian dijawab ND akan dikirim melalui SMS. 3. SMS ND ke saya: "Saya minta tolong hub Hard Rock Casino alamat Statesman house, stafferton way, maidenhead SL6 1 AY, minta diprintkan file BZ yang jadi members casino itu ketika kami ke london. terima kasih atas bantuannya, wass. NDKeterangan Zaenal: SMS ND itu dikirim ke staf Kedutaan Besar RI di London dan juga dikirim ke saya, setelah pembicaraan lewat telepon. 4. SMS saya ke ND: "Tanggal berapa?"5. SMS ND ke saya: "Tanggal 16 Desember 2006"6. SMS saya ke ND: "Staf kedutaan siapa ya? Karena mahasiswa dan reporter BBC sedang melacaknya"7. SMS ND ke saya: "Yuwono"Keterangan Zaenal: Setelah mendapatkan data dari ND dan setelah melalui pembicaraan melalui telepon dengan NS London, saya kirim SMS data tersebut ke NS London. Di samping itu, saya juga mencari informasi-informasi sumber di Indonesia, yang kira-kira memiliki jaringan informasi yang luas. 8. SMS saya ke NS London: "Yuwono itu adalah staf KBRI"9. SMS saya ke NS London: "Tapi, alamat itu, benar gak?" 10 SMS NS London ke saya: "Alamat itu benar"11. SMS NS London ke saya: "Kalau soal judi, kami pasti kami terus investigasi. Hanya kami akan hati-hati sekali, terkait dengan soal hukum di sini, juga sifat pemberitaan radio yang cenderung beda dengan tulis."12. SMS saya ke ND: "Pahlawan umat... untuk tegaknya Islam, rasanya sulit antum gak bicara"13. SMS ND ke saya: "Sulit kalau saya ikut bicara. Lebih baik investigasi ke Hard Rock, karena dia jadi member. Karena, kalau ikut bicara, bisa jadi runyam nanti saya dengan BZ. Mohon dimaklumi."14. SMS saya ke ND: "Pahlawan umat telah bersuara nyaring dan saya yakin dengan keyakinan yang teguh akan mampu menghadang keinginan iblis yang akan selalu menggoda kita.. Sekali lagi terima kasih, pahlawan umat."15. SMS saya ke ND: "Terima kasih pahlawan umat, semoga antum mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT." ND Siap Bersaksi di Pengadilan Setelah membeberkan kronologi ini, Zaenal juga menyatakan, pada hari Minggu, 21 Januari 2007, pukul 10.00 WIB, ND menelepon dirinya. "ND mengatakan kepada saya apabila kasus dugaan judi anggota DPR itu diproses secara hukum, ND bersedia memberikan kesaksian secara objektif dan apa adanya di bawah sumpah," jelas Zaenal. Saat ditanya apakah dirinya sudah berkoordinasi dengan pimpinan DPR lainnya terkait kasus judi ini, Zaenal menjawab, "Kronologi informasi ini sudah saya sampaikan kepada Pak Agung. Saya juga sudah SMS Pak Muhaimin. Dan kronologi ini akan kami sampaikan kepada semua anggota DPR."Ketika ditanya, apabila isu ini benar-benar terbukti, apa sanksi untuk BZ, Zaenal menjawab, "Saya tidak tahu. Itu biar urusan BK." Zaenal juga membantah menggunakan isu judi ini untuk melawan BZ yang Jumat lalu diajak makan siang Presiden SBY itu. "Saya tidak punya persoalan secara pribadi. Kalau bagaimana tentang memandang persoalan bangsa, mungkin kami ada perbedaan. Tapi, secara pribadi tidak ada," demikian Zaenal. (asy/nrl)


Berita Terkait