Duet Faisal-Rano Bisa Ungguli Adang dan Foke

Duet Faisal-Rano Bisa Ungguli Adang dan Foke

- detikNews
Senin, 22 Jan 2007 11:14 WIB
Jakarta - Lobi partai politik (parpol) menghadapi Pilkada DKI 2007 mulai gencar. Bulan Februari 2007 nanti, para parpol sudah akan mengumumkan siapa pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan didukungnya. Belakangan ini, nama Adang Daradjatun dan Fauzi Bowo (Foke) sedang di atas angin. Tapi, wacana duet Faisal Basri-Rano Karno jangan dianggap sepele. Memang, belum ada satu pun parpol yang terus terang mendukung wacana duet ekonom-aktor yang menjadi ikon Betawi ini. Namun, wacana duet Faisal-Rano sudah menjadi pembicaraan di kalangan politisi dengan seiring semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pilkada DKI. Bila ada parpol yang mendukung duet ini, bisa jadi duet ini akan dahsyat. Faktor utamanya sebenarnya lebih karena Rano Karno, yang dipercaya paling dikenal dibanding tokoh-tokoh lain yang ingin maju sebagai cagub atau cawagub. Rano barangkali tak perlu melakukan celah-celah untuk mendongkrak popularitasnya, seperti yang dilakukan Adang Darajatun dan Foke. Saat ini, yang menguat ke permukaan hanyalah dua kubu. Yaitu, PKS yang sudah pasti mengusung Adang. Di kubu lainnya, PDIP diarahkan untuk memimpin koalisi yang terdiri dari PDIP, Golkar, PKB, PPP, PD dan sejumlah parpol lainnya, yang kabarnya sudah cenderung untuk memilih Foke, sebagai upaya mengalahkan Adang. Informasi dari salah satu petinggi parpol di DKI, koalisi PDIP, PKB, PPP, Golkar, PD, dan parpol lainnya untuk mengusung Foke sudah menjadi kesepakatan secara informal dalam berbagai pertemuan dan lobi. Foke dipilih untuk menjegal Adang Darajatun yang diusung PKS, yang semakin hari namanya semakin dikenal di masyarakat itu. "Kesepakatan tinggal menunggu formalitas saja," ujar sumber itu kepada detikcom, Senin (22/1/2007). Belajar dari pengalaman Pilpres 2004 dan Pilkada Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), calon yang diusung oleh parpol besar belum tentu memenangkan pertarungan. Apalagi nama Adang dan Foke belum tentu dikenal oleh masyarakat DKI. Kedua tokoh itu juga sadar atas posisinya. Karena itulah, keduanya terus melakukan siasat untuk mencari celah-celah agar ketenaran mereka terdongkrak. Foke, misalnya, memasang spanduk dengan mengatasnamakan Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI dan Ketua PW NU DKI Jakarta. Sementara Adang beriklan di televisi dengan mengatasnamakan ketua sebuah organisasi olah raga dan baru-baru ini mengatasnamakan Ketua Kerukunan Warga DKI. Lantas, siapa yang bisa menjadi kuda hitam? Jawabannya, mungkin Rano Karno. Bang Rano alias Si Doel ini lebih terkenal dibanding tokoh-tokoh lainnya. Dia juga terhitung steril, karena tidak pernah terlibat dalam birokrasi pemerintah seperti Foke yang saat ini menjadi wakil gubernur dan Adang yang baru saja mundur dari Wakapolri. Parpol apa pun yang memasang Rano Karno diyakini akan bisa memenangkan pertarungan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada satu pun parpol yang berani memasang Rano. Bahkan, dilihat dari peta politik saat ini, nama Rano kemungkinan akan terbuang. Sebab, PKS dan juga PDIP dan koalisinya akan memasang cawagubnya dari orang internal. Adang akan dipasangkan dengan kader PKS, sedangkan Foke akan dipasangkan dengan kader PDIP. Faisal Basri, salah seorang cagub yang diprediksi terpental dari parpol besar, sudah memasang kuda-kuda untuk berduet dengan Rano. Informasi yang didapatkan detikcom, Rano juga tidak mempermasalahkan menjadi cawagub Faisal Basri. Bahkan, dalam waktu dekat ini, Faisal dan Rano akan kembali memperlihatkan kemesraan mereka, sebagaimana acara mereka berdua menemui massa Jakarta di Prumpung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Perkembangan wacana duet Faisal-Rano memang membaik. Saat ini, sudah ada parpol yang menimbang-nimbang untuk mengusung keduanya, meski belum resmi. Salah satunya PAN. Duet ini semakin menjadi bahasan menarik dalam diskusi di PAN, termasuk dalam Rapat Pleno DPW PAN DKI baru saja usai. "Faisal merupakan kader kita, Rano merupakan tokoh Betawi yang pasti dikenal semua orang DKI. Ini pasangan tokoh muda yang layak memimpin Jakarta," ujar salah satu pengurus DPW PAN DKI. Lobi-lobi politisi terkait Pilkada DKI Jakarta masih terus berlangsung. Bisa jadi, penentuan cagub dan cawagub akan ditentukan parpol-parpol dalam detik-detik terakhir. (asy/nrl)



Berita Terkait