Buntut KTT ASEAN di Cebu
Jakarta Kisruh Mark Up Hotel, Canberra Heboh Piknik
Minggu, 21 Jan 2007 16:58 WIB
Jakarta - Tak ada hasil KTT ASEAN di Cebu, Filipina, yang penting banget untuk dibahas. Yang menarik justru 'remeh temeh' di sela-selanya. Misalnya, dugaan mark up ongkos hotel untuk Presiden SBY dan rombongan yang dilakukan 'oknum' Istana Presiden.Dugaan ini mulai hangat dibicarakan akhir pekan lalu. Bahkan Timtas Tipikor terpaksa turun tangan. Seorang saksi telah diperiksa untuk memastikan kebenaran rumor memalukan itu. Presiden SBY yang sedang rajin 'bersih-bersih' rumah tangganya, mendukung penuh kerja Timtas Tipikor.Ternyata, tidak hanya Jakarta saja yang jadi ramai menyusul berakhirnya kegiatan di Cebu. Canberra juga tak kalah hebohnya. Penyebabnya, PM John Howard yang juga diundang menghadiri KTT ASEAN, sepulang dari Cebu mampir piknik ke Broome, kota kecil sebelah barat Australia pada Selasa (16/1/2007).Howard dan istrinya, Janette, piknik ke tujuan wisata tak jauh dari Bali itu selama dua hari. Dia naik pesawat VIP milik angkatan udara Australia, RAAF. Setelah itu pesawat balik ke Canberra. Setelah 2 hari, dia dijemput menuju Brisbane guna menghadiri pemakaman seorang mantan menteri dari Partai Liberal.Di Indonesia, pejabat piknik dengan fasilitas negara semacam ini sudah biasa. Tapi tidak dengan di Australia. Howard langsung mendapat serangan dari oposisi karena dianggap menggunakan uang rakyat untuk mengongkosi perjalanan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai PM."Saya rasa rakyat Australia berharap ongkos liburan ditanggung oleh orang yang berlibur itu sendiri dan bukan oleh mereka (rakyat)," kata seorang pejabat dari kabinet bayangan.Kubu Howard beralasan, Howard menggunakan pesawat milik negara karena alasan keamanan. Apalagi ketika terbang ke Cebu, seharusnya Howard masih menikmati liburannya. Maklum, KTT ASEAN di Cebu dimundurkan oleh Filipina menjadi pekan lalu karena ada ancaman terorisme dan badai. Jadi, begitu acara Cebu berakhir, Howard melanjutkan wisatanya.Meski demikian, setelah hujan kritik, Howard akhirnya bersedia mengganti sebagian ongkos perjalanannya itu. Howard akan mengganti ongkos akomodasi dan tarif dua penerbangan komersial antara Broome dan Brisbane.Seperti dirilis news.com.au, ongkos penerbangan dengan menggunakan pesawat jet VIP yang berawak staf RAAF diperkirakan 7.000 dolar Australia per jam. Dan perjalanan 8 jam Broome-Canberra-Broome menelan 56 ribu dolar Australia.
(nrl/fay)











































