Kalla Minta Pers Kurangi Pemberitaan yang Memicu Konflik

Kalla Minta Pers Kurangi Pemberitaan yang Memicu Konflik

- detikNews
Minggu, 21 Jan 2007 12:45 WIB
Denpasar - Media massa memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan perdamaian atau konflik. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta media mengurangi pemberitaan yang dapat memicu konflik."Kita berharap media mengurangi pemberitaan yang dapat memicu konflik," ujar Kalla saat membuka Bali Global Forum di Hotel Ritz Carlton, Jimbaran, Bali, Minggu (21/1/2007).Forum yang dihadiri oleh 105 orang dari 34 negara ini bertemakan menguatkan perdamaian melalui penggunaan media, informasi dan komunikasi."Ada paradigma bahwa bad news is good news. Media memiliki efek yang sangat besar. Apa yang ditulis media akan mempengaruhi masyarakat. Media bisa membuat kesejahteraan tapi bisa juga menimbulkan konflik, bisa berakibat baik atau buruk," ujarnya.Dia mencontohkan pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh pers Denmark telah menyinggung umat muslim di seluruh dunia. Untuk skala nasional, di Indonesia pemberitaan soal Poso dan Aceh.Anggota parlemen India Karan Singh mengharapkan pertemuan ini bisa merupakan suatu trendsetter media yang menciptakan perdamaian."Kita harus mengcounter kekuatan media yang menciptakan konflik dan kekerasan," ujarnya.Menkominfo Sofyan Djalil juga mengkritik media di Indonesia yang dinilainya terlalu banyak menampilkan reportase yang kurang seimbang."Sekarang ini tidak ada jaminan untuk mengkontrol tapi kepedulian media itu sangat diperlukan, kita berharap media Indonesia bisa mengikuti tren global media untuk menciptakan perdamaian," ujarnya. (ddn/nrl)


Berita Terkait