Panasnya Pakai Baju 'Astronot' Flu Burung

Panasnya Pakai Baju 'Astronot' Flu Burung

- detikNews
Minggu, 21 Jan 2007 12:38 WIB
Jakarta - Tidak sembarangan orang boleh mendekati pasien suspect flu burung. Sebab untuk mendekat, mereka mesti mengenakan pakaian khusus berlapis-lapis mirip astronot. Panas!Seragam 'astronot' itu terdiri dari penutup kepala, dua lapis penutup mulut, 3 lapis penutup badan, 2 lapis sarung tangan, dan sepatu boot. Dari lapisannya saja sudah kerasa betapa panasnya badan mengenakan pakaian 'astronot' itu.Apesnya, ketika telah memasuki ruang pasien, sang 'astronot' kian merasakan panas yang luar biasa. Maklum, ruang perawatan pasien suspect flu burung tidak dilengkapi AC, cuma dipasangi kipas angin saja. Sebab kalau ada AC, maka penularan virus penyakit bakal lebih aktif. Jadi ruangan pasien tertutup rapat sehingga nyaris tidak ada aliran udara segar.Karena bahaya flu burung itulah maka keluarga pasien dilarang menjenguk kerabatnya yang menjadi korban keganasan H5N1. Hanya pasien di bawah umur saja yang diperkenankan didampingi oleh satu orang dewasa. Pendamping itu berfungsi untuk melayani segala keperluan pasien muda usia itu.Pasien yang tidak boleh dijenguk keluarganya tentu merasa kesepian. Keluarga yang ingin menjenguknya tentu juga gelisah. Karena itulah RS Persahabatan membuka wacana agar pasien suspect flu burung diizinkan dijenguk kerabatnya 1 kali sehari."Karena kayaknya selama ini agak tidak manusiawi juga ya kalau tidak dijenguk. Kasihan juga pasien dan keluarga," kata Humas RS Persahabatan (RSP) Any Reputrawati saat ditemui wartawan di RSP, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (21/1/2007).Tapi wacana masih terus dibahas karena pihak RSP tetap menekankan kewaspadaan penularan sesama manusia. Sebab jika wacana itu direalisasikan, penjenguk harus menggunakan baju 'astronot' alias alat pelindung diri (APD) yang berlapis-lapis, seperti yang dipakai tim medis selama ini. (nrl/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads