100 Peserta 'Buta' Ikut Lari Maraton
Minggu, 21 Jan 2007 07:34 WIB
Jakarta - Seperti apa rasanya hidup tanpa penglihatan, apalagi mengikuti lari maraton? Itulah yang ingin ditunjukkan 100 peserta yang akan berlari dengan mata diikat kain hitam.Kegiatan ini merupakan bagian dari acara Race Against Blindness yang digelar Komnas Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) di halaman Gedung RRI, Jl Medan Merdeka Barat, Minggu (21/1/2007) pukul 07.00 WIB.Selain dihadiri sekitar 2.000 peserta yang mengenakan pakaian olahraga berwarna putih-putih, acara dimeriahkan dengan kehadiran sejumlah tokoh antara lain mantan Presiden Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Wagub DKI Fauzie Bowo, pengacara Adnan Buyung Nasution, Puteri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata dan Pemimpin RRI Parni Hadi.Sebelum lari maraton dengan rute Gedung RRI-Bundaran HI-Gedung RRI dimulai, secara simbolis, para tokoh yang hadir ditutup matanya dengan menggunakan kain hitam bertuliskan see live from the bright side. Mereka kemudian dituntun panitia mengelilingi halaman Gedung RRI."Ini menunjukkan secara simbolis agar mereka dapat merasakan betapa tidak nyamannya hidup tanpa penglihatan," ujar Ketua Komnas PGPK Tjahjono D Gondhowiardjo."Kita tidak hanya menghadapi masalah pengentasan kebutaan. Tapi minimnya kesadaran masyarakat serta ketakutan operasi. Sehingga banyak terjadi gangguan penglihatan," tandasnya.
(bal/bal)











































